Piye

Rombak Posisi, Anggota Golkar Protes

Rombak Posisi, Anggota Golkar Protes
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Gara-gara perombakan posisi Alat kelengkapan Dewan Loteng ketegangan antar sesama anggota Fraksi seperti partai Golkar DPRD Loteng sempat menegang. Salah satu anggota Fraksi Golkar, Syarifudin tiba-tiba menolak posisi menjadi anggota Badan Musyawarah (Banmus) yang diberikan Fraksi kepadanya.

Ketegangan terjadi karena antara Ketua Fraksi Golkar, Lalu Erlan, dan Syarifudin serta pimpinan sidang sempat adu urat leher alias berdebat.

"Saya tidak terima, surat Fraksi itu ada kesalahan," teriak Syarif pada saat proses pembacaan penempatan dan posisi oleh Ahmad Ziadi selaku pimpinan sidang. 

Syarif menilai putusan Fraksi yang menempatkannya di Banmus tidak sesuai dengan hasil putusan rapat internal Fraksi sebelumnya yang memutuskan bahwa dirinya tetap duduk di Badan Anggaran (Banggar).

Interupsi dari Syarif ini sontak membuat peserta rapat gaduh terutama Fraksi Golkar. Menjaga kondusifitas, pimpinan sidang, Ahmad Ziadi akhirnya memberi kesempatan kepada Golkar selama 2x5 menit untuk berunding dan melakukan rapat internal kembali.

Ketua Fraksi Golkar, L. Erlan yang ditemui disela jeda rapat menjelaskan, pada dasarnya, hasil rapat internal Fraksi tidak diubah sama sekali. Bahkan, hal itu merupakan salah satu instruksi langsung dari pimpinan partai.

"Saya juga tidak mengerti dengan sikap dia (Syarif)," kesalnya.

Perombakan yang dilakukan Golkar sebenarnya untuk memberi kesempatan kepada anggota lain untuk bekerja.

"Seharusnya dia legowo dong, jangan mau di Banggar terus, Memalukan kalau menurut saya, pasti nanti akan ada teguran keras dari partai," kesalnya. 

Meski begitu, usai rapat internal Golkar, Syarif akhirnya diputuskan tetap berada di Banggar seperti yang diinginkannya dan Ahmad Yani yang sebelumnya diposisikan di Banggar akhirnya digeser ke Banmus DPRD Loteng. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.