Piye

Politisi Gerindra Bakal Dihadang, Masyarakat Tanak Awu Meradang

Politisi Gerindra Bakal Dihadang, Masyarakat Tanak Awu Meradang
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Isu penghadangan politisi Gerindra oleh segelintir orang membuat tokoh Desa Tanak Awu meradang.

"Kami masyarakat Tanak Awu tidak terima jika ada tokoh nasional dihadang apalagi di demo di daerah kami," ungkap Tokoh adat Desa Tanak Awu, Lalu Masrin alias Mamiq Indra.

Masrin mengatakan, isu adanya segelintir orang akan melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan Ketua Harian Gerindra, Mochlas bersama rombongan justru membuat preseden buruk bagi masyarakat Tanak Awu sendiri.

"Kami hanya ingin nama Desa Tanak Awu tidak tercoreng gara-gara ada orang yang menolak kedatangan tokoh nasional," sambungnya.

Lebih jauh saat ditanya apakah hal ini ada kaitannya dengan pelantikan Ridwan Hidayat sebagai Ketua baru DPD Gerindra pada 30 April mendatang, Mamiq Indra mengatakan tidak ada kaitan politik sama sekali.

"Ini tidak ada unsur politis, kami geram kepada orang yang menolak dan berencana demo tapi maunya demo di Desa kami (di area bandara) itu sangat merugikan kami," ucapnya.

Jika kemudian rencana demonstrasi itu tetap dilaksanakan, lanjut dia, segenap masyarakat Desa Tanak Awu akan melakukan perlawanan dan akan membubarkan paksa para demonstran. Sebab, hingga kini belum ada izin dari pihak Tanak Awu sendiri.

"Sekali lagi, kalau itu terjadi akan membuat kami sebagai masyarakat Tanak Awu rugi, kami sekarang sedang menata lebih baik lagi kawasan kami, masa harus dihancurkan gara-gara demo seperti itu," tandasnya.

Sebelumnya, isu yang berkembang akan ada demonstrasi penolakan Ketua Harian DPP Gerindra, Mochlas dari sejumlah pihak, Demo itu rencananya akan digelar di dalam area Bandara Internasional Lombok (LIA) pada saat Mochlas dan rombongan tiba di Lombok guna melantik Ridwan Hidayat sebagai Ketua DPD Gerindra NTB yang baru. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.