Piye

Pol PP Loteng Minta Perda Miras Direvisi, Ini Alasannya

Pol PP Loteng Minta Perda Miras Direvisi, Ini Alasannya
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Tumpang tindih Perda (peraturan Daerah-red) dan Permen (peraturan Menteri-Red) kerap kali menimbulkan multi tafsir dan efek bias dalam realisasinya dilapangan, salah satunya Perda miras yang dinilai masih perlu direvisi agar bisa selaras dengan program prioritas daerah yang mulai mengembangkan sektor pariwisata sebagai andalan.

Menyikapi hal tersebut Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Lombok Tengah meminta agar Perda miras nomor 24 tahun 2002 direvisi. Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Lombok Tengah, Lalu Marwan, S.H mengatakan, hal itu karena Pol PP menilai Perda miras bertentangan dengan Permen Perdagangan nomor 06 tahun 2005.

“Dalam Permen itu, minuman keras diperbolehkan diperjual belikan di restoran, hotel, tetapi dengan kadar alkohol tertentu, tapi di Perda miras sama sekali tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Penerapan Perda ini juga dianggap sudah tidak sesuai dengan kondisi daerah. Terlebih dengan geliat pariwisata di Lombok Tengah. Keberadaan miras di geliat pariwisata seolah menjadi kebutuhan wajib para wisatawan terutama wisatawan dari mancanegara.

“Jadi Perda Miras sudah tidak sesuai dengan zaman dan geliat pariwisata,” ungkap Marwan.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada DPRD Lombok Tengah segera membahas hal tersebut. Selain itu, pihaknya akan segera menyusun draf perubahan.

“Mudah-mudahan niat kami mendapat dukungan legislatif,” tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.