Piye

Pesona Air Terjun Benang Kelambu Dan Legendanya

Pesona Air Terjun Benang Kelambu Dan Legendanya
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Menikmati hawa pegunungan dengan pesona alam yang eksotis, ditengah gempuran modernitas secara tidak sadar membuat kita lena dan terasing dari alam. Liputan Suara Lombok di Kawasan air terjung Benang Kelambu di Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat setidaknya bisa menyegarkan ingatan bahwa Lombok memiliki Destinasi Wisata kelas dunia yang harus dilestarikan dan andil mendulang kontribusi positif bagi daerah.

Secara geografis berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Batu Kliang Kabupaten Lombok Tengah, kawasan ini memang terbilang telah terdesain oleh alam secara sempurna dengan panorama hutan basah dengan lekukan bukit dengan rerimbunan rumput perdu yang menggoda para pengunjung.

Meski harus menempuh jarak satu jam perjalanan dari Kota Mataram letih pun terbayar lunas saat pijakan kaki melewati lembah dengan rerimbunan savana yang menyapa tumbuh di tepian jalan setapak berundak ratusan yang pastinya memicu adernaline hingga menuju ke penghujung air terjun.

Sesampai di lokasi air terjun, aroma dingin hawa pegunungan dengan lembab udara berisi uap air yang mendera langsung menyeruak menyapa tubuh yang letih bergumul dengan ritinitas hidup yang tiada henti.

Dalam bahasa masyarakat lokal (Suku Sasak - Red) benang kelambu atau setokel sendiri berarti segumpal benang pintalan, konon julukan itu diberikan oleh warga pada masa lalu karena gumpalan air terjun setinggi 30 meter yang turun dari ketinggian tebing digambarkan menyerupai benang yang bergulung seperti kelambu atau gumpalan benang.

Air terjun yang berada di ketinggian 552 M dari permukaan air laut ini memiliki dua aliran terjunan yang berketinggian sekitar 30 meter dengan mangkukan kolam di bawahnya yang saat ini selalu ramai digunakan warga untuk membersihkan diri. Aliran yang pertama yang berada lebih tinggi dinamai Setokel sementara 500 meter bagian hulu dinamakan air terjun benang kelambu.

Bagi warga setempat kawasan air terjun yang berada di kaki Gunung Rinjani bagian selatan ini lekat dengan cerita legenda yang konon dulunya adalah tempat para pertapa mengadu kesaktian. Yang tak kalah seru adalah konon tempat ini diyakini adalah tempat membersihkan diri para dewi kayangan, yakni Dewi Anjani yang dalam mitos lokal adalah penguasa Gunung Rinjani.

Warga juga meyakini pada waktu tertentu sang Dewa Anjani yang digambarkan berparas cantik dengan puluhan dayang - dayangnya, turun dari Gunung Rinjani dan membersihkan rambut dan tubuhnya di dua air terjun ini bersama para dewi lainnya. Hal itulah yang menyebabkan air yang mengalir di kawasan juga diyakini memiliki khasiat tertentu dan bisa menjadi terapi berbagai macam penyakit.

Dengan legenda yang lekat dengannya, kawasan ini nyaris tidak pernah sepi dan selalu ramai didatangi ribuan pengunjung baik warga lokal maupun wisatawan asing yang sengaja hadir untuk menyaksikan dan merasakan sensasi air terjun yang tersohor itu.

“Saya sengaja kesini karena tertarik dengan panorama alam yang masih natural. Saya sudah merencanakan kunjungan ke sini sejak lama selain ke Gili Trawangan,” ungkap Louis Seorang wisatawan asal Portugal yang kebetulan sedang berada di areal air terjun saat berbincang dengan SuaraLombok.com.

Hal yang sama juga dikatakan Richard rekan Louis yang mengaku telah berada di Lombok sepekan terakhir untuk berlibur. “Saya suka suasanana, air terjunnya sangat indah saya tidak pernah menjumpai,” lengkapnya sembari berkemas untuk meninggalkan lokasi air terjun.

Buaian panorama air terjun dengan gemericik air yang tak jenuh menempa bebatuan cadas perbukitan, membuat siapapun enggan beranjak dari kawasan ini. Dengan segudang pesona yang ada di dalamnya, kawasan ini setidaknya bisa menjadi alternatif referensi liburan akhir pekan anda bersama keluarga yang layak dikunjungi. (02)

1 komentar:

  1. I am really impress with your blog so 3 words for your website, unique information, good selection of topic and quality. Thanks

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.