Piye

Perjuangkan Tanah Adat, Para Tokoh Datangi Pendopo

Perjuangkan Tanah Adat, Para Tokoh Datangi Pendopo
Para Tokoh Sembalun mendatangi Pendopo Bupati Lotim
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Semrawutnya terkait permasalahan tanah adat (ulayat) yang ada dikawasan Sembalun yang hingga saaat ini belum ada titik temu atau solusi yang diberikan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (PemKab Lotim), membuat para tetua dan tokoh adat bersama Kades Sembalun Lawang H.Idris dan Camat sembalun Usman mendatangi Pendopo Bupati Lotim, Senin, (10/04).

Bupati Lotim, HM. Ali BD kepada para tokoh-tokoh yang datang menegaskan memang dirinya mengakui kalau selama ini sudah banyak surat masuk dari yang mengatasnamakan lembaga adat Sembalun.

“Sangat sulit untuk memberikan jawaban, karena terlalu banyak kepentingan didalamnya.” Terangnya.

Lanjutnya, Meski diantara lembaga adat itu menyampaikan dalam suratnya mengenai kerinduan tentang tatanan adat yang ada, dengan sudah mulai resah dan mereplesikan masyarakat yang akan datang. Sehingga dirinya sebagai Bupati Lotim meyayangkan sekali kenapa masyarakat mau menjual lahannya, maka inilah yang membuat mereka menjadi resah .

"Rata-rata surat yang masuk mereka minta mengenai status hukum mengenai tanah adat di Sembalun, bukan karena masalah perusahaan yang saat ini berada di Sembalun tentunya gampang untuk menolaknya," kata Ali BD.

Ali BD juga meminta kepada masyarakat untuk menyelesaikan persoalan tanah adat yang ada di Sembalun itu agar menjadi jelas. Dalam arti mana milik adat,setelah itu baru bisa meluas ke lahan yang lainnya, Dengan tentunya harus berada pada satu lembaga adat saja tidak ada kaitannya dengan lembaga politik. dalam rangka untuk hilangkan perbedaan yang ada dalam lembaga adat tersebut.

"Harusnya ada satu pemangku adat untuk mengakomodir lembaga adat yang lainnya dalam rangka menjunjung nilai kebersamaan," terang Ali BD.

Sementara Kades Sembalun Lawang, HM. Idris meminta kepada Bupati Lotim agar apa yang menjadi aspirasi masyarakat Sembalun mengenai masalah status tanah adat agar bisa direspon. Dalam rangka untuk mengakomodir berbagai permasalahan yang muncul selama ini ditengah-tengah masyarakat mengenai masalah tanah adat itu.

"Dengan kedatangan kami ini hendaknya pak Bupati bisa memberikan jawaban atas aspirasi yang selama ini kami telah sampaikan karena masalahnya sangat penting untuk masyarakat di desa kami," tegas Idris. (SL10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.