Piye

Pelaku Wisata Lotim Protes Razia Miras ke Dewan

Pelaku Wisata Lotim Protes Razia Miras ke Dewan
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Protes keras dilakukan para pelaku wisata yang ada di Kabupaten Lombok Timur atas razia yang dilakukan Satuan Narkoba Polres Lotim di beberapa hotel di wilayah Selatan Lombok Timur. Alasannya mereka karena para tamu jadi enggan datang berkunjung jika terus dirazia.

Aksi yang dilakukan para pelaku wisata bersama kelompok sadar wisata Lotim dengan mendatangi kantor DPRD Lotim, Senin (17/4). Guna meminta penjelasan atau klarifikasi terhadap operasi miras yang dilakukan Polres Lotim, namun sangat disayangkan pihak Polres Lotim tidak menghadiri hearing tersebut.

"Kami pelaku dan kelompok sadar wisata se-Lotim datang mengaku ke DPRD Lotim terhadap kegiatan operasi miras di kawasan hotel wilayah Selatan yang dilakukan pihak Kepolisian," tegas Andy, pengelola hotel Ekas Break, Kecamatan Jerowaru.

Sementara kedatangan para pelaku wisata dan kelompok sadar wisata itu diterima Wakil Ketua DPRD Lotim, Daeng Paelori, Ketua Komisi I DPRD Lotim, HM.Zuhri, Sekretaris Komisi, H.Surdian, pihak dari Polisi Pamong Praja dan Dinas Pariwisata Lotim.

Hal yang sama dikatakan Ketua Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Lotim, Zainul Fadli menegaskan pihaknya tentunya sangat mendukung dengan adanya Perda Miras tersebut, namun tentunya harus ada pengecualian didalamnya.

Karena kalau tetap disamakan perlakuannya dengan hotel yang ada maka upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lotim akan terganggu. Bahkan tidak menutup kemungkinan para wisatawan asing tidak akan berani ke Lotim karena masalah larangan hotel memperjualbelikan miras ke wisatawan.

"Harusnya ada pengecualian dalam pelarangan peredaran miras tersebut, kalau ingin wisatawan banyak berkunjung ke Lotim," tegas Zainul Fadli.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Lotim, Daeng Paelori menegaskan memang permasalahan miras ini menjadi persoalan kita semua, karena dampaknya tentu sangat mengkhawatirkan bagi generasi muda di Lotim.

"Kita inginkan adanya pengecualian mengenai masalah peredaran miras ini, terutama hotel-hotel maupun cafe, karena itu membutuhkan uang banyak untuk kesana sehingga tidak akan mampu pemuda kita datang ke lokasi itu," tegas Daeng Paelori. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.