Piye

Operasional Damri Mataram-Lotim Disoal Angkutan Tradisional

Operasional Damri Mataram-Lotim Disoal Angkutan Tradisional
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Puluhan sopir engkel (Trayek antar Kabupaten) se-Kabupaten Lombok Timur melakukan aksi di kantor Dinas Perhubungan Lotim, Selasa (25/4) menuntut Dinas Perhubungan segera mencabut ijin trayek PT Damri dari Jurusan Mataram-Pesugulan, Kecamatan Suele, karena dianggap merugikan para sopir engkel.

Aksi yang dilakukan para sopir engkel tersebut merupakan aksi sebelumnya, dengan berusaha melakukan sweaping kendaraan PT Damri jurusan Mataram-Pesugulan yang mengangkut penumpang.

"Semua sopir engkel meminta agar trayek bus Damri jurusan Mataram-Pesugulan untuk dihentikan, karena dianggap sangat merugikan sopir engkel," tegas koordinator sopir engkel, Ahmad dalam orasinya di kantor Dishub Lotim.

Setelah berorasi, para sopir engkel akhirnya bersedia diterima Sekretaris Dinas Perhubungan Lotim, Idham, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Provinsi NTB, Asep Supriatna, Pimpinan PT Damri NTB, Jajat Sumijat, Kabag Ops Polres Lotim, Kompol Syafrudin, Pengurus Asosiasi Sopir dan Angkutan Umum (Askum) NTB, Tahir Royaldi.

Dalam penjelasan Kabid Perhubungan Darat Dishub NTB, Asep Suprianta menjelaskan sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan para sopir engkel, namun begitu juga terhadap trayek PT Damri dari Jurusan Mataram-Pesugulan dilakukan karena adanya permintaan dari masyarakat Sembalun, sehingga inilah yang menjadi dasar membuat trayek.

Karena trayek itu merupakan perintis, sehingga kedepannya kalau sudah bagus pelayanan transportasinya tentunya akan dilakukan pencabutan, akan tapi kalau sekarang tentunya tidak bisa dilakukan karena sudah ada kontrak  dan uang dari pusat yang harus dipertanggungjawabkan.

"Trayek Damri ke jurusan Mataram-Pesugulan itu merupakan jurusan perintis yang didasarkan atas permintaan masyarakat, namun tidak bisa dilakukan pencabutan secara sepihak, karena sudah ada kontraknya," tegas Asep.

Hal yang sama dikatakan Pimpinan PT Damri NTB, Jajak Sumijat meminta kepada sopir engkel untuk saling menghargai, karena sama-sama untuk mencari nafkah, karena apa yang dilakukannya tentunya tidak terlepas dari keputusan dari pusat. Karena pengajuan trayek perintis ini tentunya berdasarkan keputusan menteri.

"Dengan mengambil jalan terbaik pihaknya mengalah, akan tapi trayek yang sudah di biarkan jalan sampai menunggu kontrak selesai," kata Jajak Sumijak.

Sementara keputusan yang dihasilkan dalam hearing itu, akhirnya PT Damri mengalah dengan memberikan kesempatan kepada sopir engkel untuk menaikkan penumpang dari jam 5 sampai jam 5 sore,setelah itu baru PT Damri melakukan operasi dari jurusan Mataram-Pesugulan. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.