Piye

NTB Provinsi Inovasi Pertama Di Indonesia

NTB Provinsi Inovasi Pertama Di Indonesia
SuaraLombok.com | Mataram - NTB  merupakan Provinsi INOVASI pertama di Indonesia yang  mengimplementasikan program inovasi dalam proses pembelajaran. Program ini dimulai tahun 2016 lalu dan akan berakhir tahun 2019 mendatang, atas kerjasama Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemendikbud dengan Pemerintah Autralia melalui DFAT pada program INOVASI.

Neryl Lewis, Konselor develovement Cooperation dari Kedutaan Australia menegaskan program inovasi di NTB dilaksanakan di 6 Kabupaten, yaitu KLU, Loteng, Sumbawa, KSB, Dompu dan Kabupaten Bima. Bentuk implementasi program ini adalah inovasi inspirasi dari guru, yakni memanfaatkan inovasi yang berasal dari guru itu sendiri untuk meningkatkan hasil pembelajaran terkait dengan  literasi dan numerasi. Fokus kegiatannya adalah Belajar mengajar (PBM) literasi dan numerasi dikelas (SD dan SMP), kerjasama dengan guru, orang tua murid dan Pemda setempat, serta pilot project peningkatan proses pembelajaran dan riset untuk meningkatkan mutu pendidikan, ungkap Neryl.

Ia juga menegaskan salah satu hambatan pendidikan yang sering dijumpai dihampir semua daerah di Indonesia, adalah masih lemahnya budaya literasi dan numerasi di kalangan masyarakat. Karenanya, wanita asal negeri kangguru tersebut, sangat mengepresiasi Inovasi dalam proses pembelajaran yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat,

“Ini merupakan contoh inovasi yang sederhana tetapi manfaatnya sangat luar biasa”, ungkap Neryl dalam sesi press conference didampingi Gubernur TGB. Ia berharap  dan berkomitmen untuk mensuport dan mengawal, bagaimana  inovasi yang baik ini dapat terus berlanjut dan menjangkau sebanyak mungkin masyarakat kita dan seluruh dunia pendidikan di sekolah, harapnya. 

Senada dengan Neryl, Gubernur TGB menegaskan  komitmennya untuk mengawal keberlanjutan program inovasi, melalui penyediaan Tunjangan Inovasi bagi guru-guru yang menunjukkan kinerja dan inovasi. “Pembelajaran dan pendidikan literasi dan numerasi menjadi kebutuhan kita bersama”, ujar TGB. Untuk itu, ia mengajak Pemerintah Kabupaten/Kota memberikan perhatian dan dukungan sepenuhnya bagi guru-guru yang kreative dan menunjukkan kinerja yang baik bagi kemajuan pendidikan didaerahnya. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.