Piye

NTB Perkuat Daya Tarik Investasi

NTB Perkuat Daya Tarik Investasi
SuaraLombok.com | Mataram - Dalam rangka meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke NTB, Pemda bersama seluruh stakeholder terus menyiapkan infrastruktur pendukung destinasi. Selain infrastruktur dasar berupa akses perhubungan, listrik, air, telekomunikasi, juga penataan destinasi, termasuk keamanan, kebersihan dan SDM yang kreatif. Pokoknya semua hal yg terkait sapta pesona yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tarik kunjungan wisata di NTB. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, M. Si saat membuka acara Rinjani Travel Mart 2 Tahun 2017 di Hotel Golden Palace, Jumat (28/4).

Ia mengatakan dalam pengembangan industri pariwisata, tidak hanya terkait pemenuhan infrastruktur dasar, tetapi juga dibutuhkan SDM yang memadai. “Oleh karena itu, untuk mendukung hal tersebut, Provinsi NTB memiliki beberapa sekolah dan politeknik pariwisata,” ujar Wagub.

Pada kesempatan itu, Wagub juga menyinggung kecilnya jumlah investasi yang masuk di wilayah Bali, NTB dan NTT. Pada tahun 2016, dari total Rp 500 triliyun nilai investasi nasional, hanya 5% yang masuk ke wilayah Bali, NTB, dan NTT. Oleh karena itu, Pemprov. NTB membuat beberapa kebijakan untuk memudahkan para investor. “Di KEK Mandalika Resort, pemprov memberikan keringanan, bahkan menghapus kewajiban 100% kepada para investor,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rinjani Travel Mart 2017 Dewantoro Umbu Joka melaporkan dari target 200 travel agent (buyers) pada RTM ke-2 tahun 2017, namun ternyata yang mendaftar sekitar 213 travel agent. "Alhamdulillah RTM ke 2 ini jumlah buyers meningkat dengan pesat dari 150 buyers pada tahun 2016 lalu menjadi 213 buyers pada tahun 2017 ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum DPP Association Of The Indonesia Tours and Travel Agency (ASITA) Asnawi Bahar menjelaskan tujuan diadakannya Travel Mart adalah untuk memajukan pariwisata indonesia, memperkenalkan destinasi yang ada di Indonesia, dan membangun jaringan travel agent yang ada di luar negeri. "DPP ASITA terus mendukung progam pemerintah dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan," ujarnya. Dalam mengembangkan industri pariwisata harus melibatkan semua sektor, yaitu pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan ahli-ahli atau biasa disebut dengan pentahelix. "Hal ini dibuktikan oleh Provinsi NTB yang terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, sehingga berhasil mencapai target kunjungan wisatawan yang ditetapkan oleh Kemenpar," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kemenpar RI, Tasbir menyampaikan dalam pengembangan pariwisata diperlukan 3 hal, yaitu branding, advertising dan selling. Saat ini yang menjadi fokus dari kementerian pariwisata adalah menjual destinasi (selling).

"Kementerian pariwisata terus mendukung setiap ajang travel mart, karena merekalah yang melakukan selling," ujarnya. Ia sangat mengapresiasi Provinsi NTB yang konsisten dalam mengembangkan sektor pariwisata. “Saya yakin Provinsi NTB akan hidup dari sektor pariwisata,” pungkasnya. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.