Piye

Mahasiswa dan Dosen NW Pancor Gelar Aksi Tolak Rasisme

Mahasiswa dan Dosen NW Pancor Gelar Aksi Tolak Rasisme
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Puluhan Mahasiswa dan Dosen lingkup Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdataian NW Pancor menggelar aksi mimbar bebas menolak keras adanya rasisme bertempat di depan kantor YPH NW Pancor, Sabtu (15/4).

Aksi mimbar bebas tersebut sebagai bentuk protes atas penghinaan yang dilakukan salah seorang keturunan cina Steven HS terhadap Gubenur NTB/ Ketua Umum Dewan Tanfiziyah PB NW, Tuan Guru Bajang, K.H.M.  Zainul Majdi

"Kami tidak terima dengan penghinaan yang dilakukan Steven keturunan terhadap pemimpin dan guru besar kami, termasuk juga menolak keras adanya rasisme karena itu akan merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Pembantu Rektor I Universitas Hamzanwadi Selong, DR. Khirjan Nahdi dalam orasinya.

Menurutnya dengan adanya pernyataan-pernyataan kasar yang tidak terpuji dikeluarkan oleh warga keturunan tersebut, maka sejatinya telah merusak Kebinekaan yang selama ini sudah tertanam dengan baik,  Dengan saling menghormati antar etnis tanpa saling menjatuhkan satu sama lainnya.

"Sudah saatnya warga pribumi untuk bergerak melawan kelompok yang menganut faham rasisme, apalagi dengan arogasinya melecehkan Gubenur dan warga pribumi sehingga ini tidak bisa dibiarkan harus dilawan," kata Khirjan memberikan semangat kepada mahasiswa dalam orasinya.

Hal yang sama juga disampaikan koordinator Gerakan Pemuda NKRI Anti Rasis Lotim, Giti Wijaya Kusuma dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Himmah NW, Yusron Amri dalam orasinya menegaskan apapun alasannya tidak boleh ada pelecehan atau penghinaan terhadap Tuan Guru Bajang (TGB) atau warga pribumi yang dilakukan warga keturunan.

"Apa yang dilakukan warga keturunan itu harus diproses sesuai hukum yang berlaku, karena telah mencederai keberagaman yang ada di negara ini dan aksi ini merupakan pemanasan untuk aksi yang lebih besar hari Senin di Mataram," teriak Gita dalam orasinya.

Sementara para mahasiswa dan dosen tersebut menyampaikan pernyataan sikap untuk kemudian membubarkan diri dengan tertib dan aman, tanpa adanya pengamanan dari pihak kepolisian.

Dalam pernyataan sikapnya massa menyatakan sikap tegas menjunjung tinggi sikap toleransi antar ras, kedua menjaga keutuhan NKRI dan diskriminasi ras, menolak tindakan dan paham rasisme,menuntut peran negara untuk melindungi segenap warga negara dari tindakan rasis, meminta kepada aparat Polri menindak tegas pelaku rasis dan tegakkan hukum secara adil tanpa keberpihakan. (10)

                   TGB : Memaafkan Itu Sifat Alloh Dalam Asma’ul Husna

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.