Piye

Komisi III DPRD : Kualitas Jalan Lobar Memprihatinkan

Komisi III DPRD : Kualitas Jalan Lobar Memprihatinkan
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Rapat dengar pendapat terkait Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun anggaran 2016, Jumat (07/04), yang sedang dibahas pansus LKPJ Pembahasan ditingkatan masing - masing komisi dan Komisi III mengklaim kualitas jalan di Lombok Barat (Lobar) masih memprihatinkan.

Ketua Komisi III DPRD Lombok Barat yang juga ketua Pansus LKPJ, H.M Jamhur dilakukan agar komisi komisi DPRD dapat memperdalam berbagai hal terkait pelaksanaan kegiatan di masing masing SKPD pada tahun 2016.

"Pembahasan di tingkat komisi komisi ini untuk memperdalam berbagai hal yang telah dilakukan oleh SKPD sebelum nantinya dilakukan pembahasan di tingkatan pansus. Kalau sudah di perdalam di Komisi komisi jadi akan lebih mudah membahas LKPJ di tingkatan pansus" ujar Jamhur.

Dalam Rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum Lombok Barat, anggota komisi III mempertanyakan tentang pelaksanaan proyek infrastruktur jalan pada tahun 2016 lalu. Karena Komisi III menilai jalan yang ada kondisinya sangat memprihatinkan, trindikasi hal ini dikarenakan pelaksanaan proyek yang tidak maksimal, sehingga menyebabkan sejumlah ruas jalan tidak dalam kondisi mantap dan masih berlubang di sejumlah ruas.

"Kami tentunya prihatin terhadap kondisi jalan saat ini yang banyak berlubang dan tidak mantap sehingga kami minta penjelasan Kepala dinas PU terhadap hal ini" ujar Jamhur.

Anggota DPRD Asal Desa Langko Dapil Lingsar dan Narmada ini menambahkan bahwa kondisi jalan yang saat ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang tentunya dapat mengganggu berbagai kegiatan di masyarakat utamanya, kegiatan ekonomi dan pendidikan di masyarakat. Selain itu kondisi ini akan menyebabkan terhambatnya distribusi barang dan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Kalau jalan baik, semua kegiatan akan berlangsung dengan baik dan kegiatan ekonomi berjalan lancar. Kalau seperti saat ini efeknya ke masyarakat" ujat Jamhur.

Sementara itu Kepala Dinas pekerjaan Umum I Made Artadana mengatakan beberapa ruas jalan memang kondisinya kurang mantap. Hal ini karena terbatasnya dana pemeliharaan jalan sedangkan jalan yang di harus dilakukan pemeliharaan cukup banyak. Karenanya ia meminta agar dana pemeliharaan jalan dapat ditingkatkan.

"Kami terkendala pada dana pemeliharaan jalan sedangkan jumlah ruas yang dipelihara sangat banyak" ujarnya.

Selain itu Kepala Dinas PU juga mengatakan bahwa anggaran untuk jalan Hotmix masih sangat minim. Karena standartnya atau idealnya jalan hotmix untuk 1 kilometer membutuhkan anggaran 2,5 miliar rupiah. Sedangkan anggaran jalan hitmix di Lombok Barat hanya 1 miliar lebih untuk 1 kilometer.

"Hal ini tentunya menyebabkan jalan menjadi kurang maksimal" pungkasnya. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.