Piye

Komisi I DPRD Lobar Diklaim Lecehkan Profesi Jurnalis, FPII NTB Akan Turun Aksi

Komisi I DPRD Lobar Diklaim Lecehkan Profesi Jurnalis, FPII NTB Akan Turun Aksi
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Kisruh suasana hubungan Wartawan dengan Ketua Komisi I DPRD Lombok Barat (Lobar) Zulkarnain terkait statemennya yang diklaim meremehkan harkat martabat wartawan belum lama ini menjadi sorotan banyak pihak.

Direktur Media SuaraLombok.com, Mawardi dalam pernyataannya kepada sejumlah Media yang tergabung dalam wadah Forum Pers Independent Indonesia (FPII) menyampaikan, kita kaum jurnalis tak bisa tinggal diam sebab Anggota DPR adalah wakil rakyat yang semestinya menjadi corong, pengontrol dan pengayom bagi rakyat, justru menonjolkan sikap arogan dan tak berbudi.

"Harusnya oknum tersebut lebih mengedapankan etika dalam berbicara, jangan asal bicara apalagi melecehkan profesi jurnalis." Terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua Forum Pers Independent (FPII) NTB yang sekaligus yang sekaligus Pimpinan Redaksi Lombokini.com, Achmad Sahib dengan tegas mengatakan, terkait persoalan dugaan pencemaran nama baik profesi jurnalis ini, ia bersama rekan - rekan wartawan lainnya dibuat sangat gerah dan tidak nyaman atas pernyatàn zulkarnain politisi asal Dapil 5 Batulayar Gunung Sari tersebut.

"Ketika mereka usik pribadi saya maka saya hanya akan tersenyum, akan tetapi jika profesi saya yang dilecehkan, maka akan saya lawan dan berontak sampai tetes darah terakhir." Tegasnya.

Lanjutnya, begitu kami mengetahui adanya pelecehan profesi kami tersebut, kami Insan Pers dari seluruh NTB telah melakukan pertemuan dan kami pastikan akan datang dan bergabung dalam aksi yang akan kita gelar Rabu (26/04) mendatang.

"Persoalan ini tidak bisa disepelekan terlebih lagi oknum tersebut berniat melaporkan ke Dewan Pers. Saya rasa itu sangat bagus." Ungkapnya.

Pengalaman-pengalaman penghinaan terhadap profesi wartawan, belum lagi perlakuan berupa tindakan kekerasan terhadap wartawan selama ini membuat jiwa dan prinsip perjuangan kami menjadi semakin teruji.

"Dan jika harus dibawa kearah arus yang paling deras sekalipun, kami kaum kerabat Jurnalis Siap melawan arus selama kita berkeyakinan bahwa perjalanan profesi tidak keluar dari  Kode Etik Jurnalistik yang menjadi tuntunan hidup kami wartawan." Tegasnya.

Selain itu, pengalaman ini juga pada prinsipnya akan menjadi pengalaman berharga bagi para wartawan agar tidak serta-merta menjadikan Profesi wartawan ini untuk mencari kehidupan yang lebih sejahtera tetapi lebih kepada pengabdian dan memperjuangkan keadilan meskipun dengan objekctivitas dari sebuah tulisan.

"Wartawan adalah manusia yang paling ditakuti lebih dari pasukan berani mati tetapi wartawan tidak memakai Jas bermerek Menakut-nakuti, lahirkan rasa ketakutan bagi perampok tataran kebijakan agar semua terbuka dan transparan." Pungkasnya. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.