Piye

Kasus Perusda Masuki Babak Baru

Kasus Perusda Masuki Babak Baru
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Kasus Perusahaan Daerah (Perusda) Tastura Bersatu memasuki babak baru. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Praya, Hasan Basri menerangkan sudah memanggil saksi fakta bernama Imam Haromain guna dimintai keterangan.

"Kami temukan bahwa Imam mengetahui fakta sesungguhnya terkait kasus ini," ungkapnya.

Hasan menjelaskan, pihaknya akan menggali fakta mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pihak pada kasus yang diperkirakan merugikan Negara sampai Rp. 1,3 Miliar ini.

"Kami belum bisa beberkan hasilnya, tapi kami dapatkan fakta baru itu intinya," sambung Hasan.

Hasan sendiri merupakan salah satu tahanan rutan Klas II B Praya dan diminta kehadirannya guna melengkapi tahap penyelidikan.

"Kami akan segera tuntaskan kasus ini, sejumlah bukti sudah kami kantongi," jelasnya.

Selain saksi fakta ini, pihaknya sudah memanggil beberapa saksi lainnya, seperti Dirut PDAM loteng, H Kitab terkait pinjaman uang dari PDAM ke Perusda sejumlah Rp. 200 juta.

"Ada saksi lainnya seperti Kabag Ekonomi, Kabag Keuangan dan pihak Bappeda yang kami panggil tapi masih mangkir, nanti kami panggil lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Klas II B Praya, Lalu Jumadi membenarkan jika Imam Haromain dipanggil pihak Kejaksaan. Jumadi menjelaskan Kejaksaan mengirim surat pada Kamis (20/4) pagi dan langsung diberikan izin. "Dia (Imam Haromain-Red) memang warga binaan kami dan dijemput Kejaksaan pada siang hari," terangnya membenarkan penjemputan Imam.

Kasus Perusda Tastura Bersatu sendiri diisukan menyeret nama besar pejabat di Loteng. Kasus ini sudah bergulir sejak lama terkait dana penyertaan modal sekitar Rp. 1,3 Miliar. Oleh Direksi Perusda, dana ini digunakan untuk membeli mesin pembuat bata ringan seharga sekitar Rp. 700 juta. Tetapi di kemudian hari, mesin ini diketahui bukan atasnama Perusda Loteng bersatu dan ditempatkan di luar kabupaten Lombok Tengah. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.