Piye

IPAL Miliaran Akhirnya Diboikot Warga

IPAL Miliaran Akhirnya Diboikot Warga
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Proyek Insatalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) seharga miliaran rupiah diboikot warga, IPAL yang berada di seputaran Perumnas Tampar-ampar ini ditolak oleh warga sejak awal pengerjaan karena justru dianggap merugikan warga.

Salah satu tokoh warga setempat, Lalu Arif Widya Hakim mengatakan, bentuk boikot warga dengan cara tidak mau menggunakan fasilitas seharga Rp. 4,5 miliar itu.

"Bagaimana kami mau gunakan, perencanaannya merugikan kami, kalau kami gunakan maka rumah kami akan dirusak terlebih dulu baru bisa nikmati," ungkap pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Lebih jauh dibeberkan Arif, dari sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) yang berada di Perumnas Tampar-ampar, hanya sekitar 2 hingga 5 persen saja yang menggunakan. Selebihnya warga menolak.

"Proyek tersebut diboikot dikarenan Mayoritas warga sekitar menolak." tegasnya

Lebih jauh, Arif membeberkan proses pembuatan IPAL ini diduga melalui mekanisme yang tidak benar.

Sebab, pada awal proses permohonan izin ke warga, sosialisasi yang dilakukan tidak berkenaan dengan proyek pembuatan IPAL secara khusus tetapi ada sosialisasi yang menyebabkan warga seolah-olah setuju dengan proyek ini.

"Waktu itu juga sosialisasi sangat minim, banyak warga yang tidak faham tetapi tetap diminta tanda tangan persetujuan," bebernya.

Alhasil, setelah warga mengetahui proyek yang dijalankan ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan, warga ramai-ramai lakukan boikot.

"Ini harus diusut tuntas kalau menurut saya, karena jujur kami terganggu sebagai warga," tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.