Piye

Hasanuddin MT : Kota Bima Perlu Sentuhan Perubahan

Hasanuddin MT : Kota Bima Perlu Sentuhan Perubahan
SuaraLombok.com | Mataram - Peran figur muda merubah sistem pembangunan yang monoton di segala lini khususnya dalam seni memerintah di kota Bima, dengan ide dan konsep segar dengan pemikiran yang gemilang,  menjadi syarat khusus yang mesti dimiliki para sosok yang ingin menjadi panutan demi memimpin daerah kedepan.

Sosok muda yang merupakan pebisnis sukses, Hasanuddin MT putra asli Bima mengungkapkan kegetirannya terhadap Kota Bima tanah kelahirannya yang saat ini kondisinya memprihatinkan dan jauh dari kearifan lokal warisan para pendahulu.

“Banjir yang melanda kota Bima baru baru ini menjadi bukti nyata  minimnya kondisi alam di Bima yang kritis, koordinasi antar lembaga pemerintah untuk mengantisipasi bencana, ditambah lagi sistem drainase tata kota yang buruk menambah panjang deretan masalah klasik di kota Bima” tutur Hasanuddin saat menyempatkan diri  bersilaturrahmi berkunjung ke  kantor Suara Lombok di Lobar Jumat (14/04).

Lebih jauh Hasanuddin juga menceritakan tentang kejayaan kota Bima di masa lalu yang pernah maju lalu lintas perairannya dan sering disambangi para Wisatawan menggunakan kapal pesiar serta maraknya pagelaran aneka seni tradisi dan kebudayaan khas Kesultanan Bima yang kini nyaris tak terdengar lagi, kalah dengan hiruk pikuk pembangunan sektor lain yang justru menenggelamkan karakter budaya serta nilai nilai seni yang harusnya dilestarikan.

“Saya prihatin dengan sektor pariwisata yang kurang dilirik, seni dan hiburan tradisional jarang dipentaskan dan seolah tengelam sehingga membuat Bima hilang karakter aslinya yang merupakan wilayah kesultanan yang seharusnya menjadi potensi besar pariwisata” lanjut pria bersahaja ini.

Sementara terkait dengan kehidupan sosial masyarakatnya, Hasanuddin juga menyayangkan masih tingginya angka pengangguran yang mencapai 25 persen lebih dari total masyarakat Bima yang mencapai 140 ribu jiwa. Hal ini menurutnya menjadi faktor utama tingginya angka kriminalitas di Kabupaten paling ujung Provinsi NTB ini.

“Semestinya ini menjadi prioritas dan tugas utama pemerintah daerah di sana bagaimana menciptakan lapangan kerja serta menciptakan kreatifitas untuk menyerap warga lokal untuk bisa bekerja dan diarahkan ke aktifitas yang positif” imbuhnya.

Dalam hal ini, dirinya sebagai putra asli daerah yang bergelut di bidang bisnis menilai perlunya merubah mainset berfikir terutama kaum muda di Bima agar mau merambah sektor wirausaha setidaknya untuk mengurangi angka pengangguran, dan kriminalitas di tanah mbojo ujung timur pulau Sumbawa tersebut.

“Intinya pola fikir harus mulai dirubah mulai saat ini, jika ingin melihat Bima berkembang kedepan, dan perlunya sosok yang mampu menawarkan perubahan bagi Bima kedepan” pungkas pria yang digadang gadang akan turut meramaikan konstestasi politik perebutan kursi walikota Bima tahun 2018 mendatang. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.