Piye

DR. Agus Harianto SPA(K) : Kembar Parapagus Beresiko Dipisahkan

DR. Agus Harianto SPA(K) : Kembar Parapagus Beresiko Dipisahkan
SuaraLombok.com | Mataram - Kepastian nasib rencana pemisahan bayi kembar berkepala dua Muhammad Thalib asal Dusun Geneng Genis Desa Kerato Kecamatan Sumbawa Besar yang saat ini berada di Ruang Perawatan RSUD Provinsi NTB telah dipastikan dengan kehadiran tiga tim Dokter Spesialis Dr. Soetomo Surabaya yang turut melakukan observasi dan mengecek kondisi sang bayi Selasa (18/04).

“Kami tadi sudah mengecek bertiga kondisi bayi kembar siam, kesimpulan kami tim dokter menyarankan untuk tidak dilakukan operasi pemisahan karena beresiko tinggi” ujar Dr. Agus Harianto ketua Tim Medis penanganan kembar siam Dr Soetomo Surabaya kepada awak Media usai mengecek kondisi sang bayi di RSUD Provinsi NTB.

Agus menjelaskan kondisi kembar siam asal Sumbawa dalam istilah medis dinamakan Bayi Parapagus atau kembar bagian organ tubuhnya. Dalam kasus serupa hampir dipastikan bahwa bayi kembar seperti ini tidak bisa dipisahkan karena beresiko kematian yang tinggi.

“Pasien ini termasuk kembar siam Parapagus artinya bayi ini dempet memiliki dua kepala tapi tubuhnya satu, di Indonesia saat ini terjadi fenomena Parapagus, kalau diteruskan (dioperasi) dia tidak mungkin untuk hidup,” lanjut Agus yang membeberkan kasus bayi parapagus biasanya memiliki riwayat hidup yang singkat.

Agus juga menjelaskan berdasarkan hasil observasi dengan menimbang resiko serta kondisi sang bayi yang mengalami kembar parapagus, maka tim medis RSUD Provinsi NTB dan Dr. Soetomo serta berdasarkan persetujuan orang tua bayi, menyimpulkan operasi pemisahan bayi putra  pasangan Fathul Bahri dan Zuhriah tidak akan dilakukan.

“Tim memutuskan pasien ini, orang tuanya setuju bahwa pasien ini dirawat seoptimal mungkin sehingga dia hidup bersama sepanjang masa, jadi fokus kita saat ini merawat bayi ini sebaik mungkin,” pungkas Agus.

Kasus bayi terlahir Kembar siam dengan dua kepala merupakan kasus pertama di NTB, dimana untuk bayi Muhammad Thalib yang terlahir pada tanggal 09 April lalu memiliki satu bagian tubuh dengan dua kepala, tiga tangan, sepasang kaki, dua jantung dengan paru paru menyatu serta satu alat kelamin. Kondisi ini membuat tim medis berkesimpulan tidak akan melakukan tindakan operasi pada bayi mungil tersebut. (02)

2 komentar:

  1. Fenoma langka bayi berkepala dua, kaki dua, tangan tiga, subhanalloh

    BalasHapus
  2. Fenoma langka bayi berkepala dua, kaki dua, tangan tiga, subhanalloh

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.