Piye

Dipecat, Stap Perkarakan Kades Ke Polisi

Dipecat, Staf Perkarakan Kades Ke Polisi
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Desember 2016 lalu telah dilakukan pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), yang menghasilkan hampir 80% terjaring Kades baru seperti di Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar, munculnya nama baru menjadi sebuah petaka bagi Sahirin salah satu staf yang dipecat dan tidak diberikan honornya selama sebulan yang membuat dirinya melaporkan Kades ke Polisi.

Sahirin seorang staf Desa yang dipecat tersebut membenarkan terkait dirinya yang mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari sang kades, Dirinya dipecat dari staf Desa karena tanpa didasari dengan alasan yang kuat, ironisnya lagi ia tidak diberikan haknya (gaji) selama sebulan.

"Saya dipecat dan tidak diberin gaji tanpa alasan," jelasnya.

Lanjutnya, saya merasa dipermainkan, dimana pada saat itu saya harus membawa istri yang sedang sakit untuk dirujuk ke RSUP NTB, namun walau demikian saya tinggalin kerjaan setelah mendapatkan ijin dari pak kades.

"Hari yang apes, disamping istri saya tidak tertolong, saya juga mendapatkan surat pemecatan sebagai staf Desa." terangnya.

Tidak sampai disana, gaji saya sebanyak 1,5 Juta selama sebulan kerja tidak dibayarkan pula, bahkan sampai saya telpon kepala desa dan bendahara seolah tidak merespon saya, atas hal tersebutlah saya laporkan ke pihak kepolisian polsek lembar.

Terpisah, Kades Labuan Tereng Humaidi Membenarkan bahwa dirinya telah memberikan surat pemecatan kepada Sàhirin salah seorang stafnya tersebut, namun diakui dirinya melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan, surat pemberhentian itu diberikan karena yang bersangkutan terlalu sering keluar pada jam kantor tanpa pemberitahuan.

"Dia telah berulangkali keluar masuk tanpa sepengetahuan saya selaku pimpinan di kantor ini bahkan tragedi yang terjadi kemarin itu dia tidak meminta izin baik secara lisan maupun secara tertulis." terangnya.

Terkait gajinya yang belum terbayarkan hingga saat ini, kami melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan, kami akan berikam gajinya secara prosudural, kami punya kantor jadi kami berikan gajinya di kantor, bukan seperti yang ia inginkan untuk digaji diluar kantor.

"Kami akan tetap bayar gajinya jika ia datang ke kantor." tegasnya.

Terkait pelaporan polisi yang dilakukan yang bersangkutan ke Polsek Lembar kami tidak permasalahkan, karena saya selaku Kades sudah bekerja sesuai dengan aturan dan terkait pemberhentian selaku perangkat desa tersebut itu merupakan hak dan wewenang kami.

"Saya dipilih masyarakat dan secara otomatis saya akan menjaga kepercayaan tersebut. " pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Lembar Ipda Agus Priyo Wahyono dihubungi via telpon, Membenarkan Bahwa Kades Labuan Tereng telah dilaporkan oleh mantan stafnya, namun sebelum meminta keterangan dari terlapor, terlebih dahulu pihaknya akan mempelajarinya. (06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.