Piye

Aksi Solidaritas Jurnalis Gedor Kantor Dewan Lobar

Aksi Solidaritas Jurnalis Gedor Kantor Dewan Lobar
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Pernyataan Ketua Komisi l Dewan DPRD Lombok Barat H. Zulkarnaen yang menuding adanya upaya Dinas Terkait membungkam Wartawan dengan uang ratusan ribu rupiah terus menjadi bola panas. Puluhan Jurnalis yang berasal dari berbagaia media massa yang berasal dari Mataram - Lobar - Loteng yang tergabung dalam “Aliansi Jurnalis Menggugat” mendatangi kantor DPRD Lobar untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan kontroversial oknum anggota dewan tersebut.

“Kita hadir disini untuk mempertanyakan langsung kepada yang bersangkutan apa maksud dari perkataan sang oknum ”Z” yang menuding wartawan dibungkam itu, kami harus meminta klarifikasi yang bersangkutan,” ujar Korlap aksi, Achmad Sahib yang juga ketua Front Pers Independen Indonesia (FPII) NTB membuka orasi di depan pintu gerbang masuk kantor DPRD Lobar.

Sahib juga menegaskan bahwa tudingan yang dialamatkan  kepada para awak media di Lobar itu harus dibuktikan agar tidak menjadi preseden butuk dan bias penafsirannya di mata masyarakat. “Harus dibuktikan itu, agar tidak menimbulkan fitnah kedepan,”  tegasnya dihadapan para peserta aksi.


Aksi damai gabungan tiga organisasi jurnalis (FPII, IJTI, dan IPJI) tersebut berlangsung di depan pintu masuk gedung dewan dengan menggelar sejumlah spanduk dan juga diisi dengan “tabur bunga dan pengumpulan id card” sebagai simbol dukacita atas tindakan oknum dewan melecehkan profesi para jurnalis. 

“Dari rentetan kronologisnya, untuk kasus di Lombok Barat ini, kami mengkhawatirkan ada upaya pembungkaman dan pelemahan sistem dan peran kontrol para jurnalis secara masif di Kabupaten Lobar yang nantinya akan mereduksi fungsi pers sebagai alat kontrol pemerintah, ini harus dilawan” ujar Riadi Sulhi, Redpel Suara Lombok yang juga Sekjen IJTI NTB yang juga turut turun dalam aksi damai tersebut.


Dalam tuntutannya massa aksi mengecam segala bentuk tindakan pelemahan dan upaya membungkaman pers secara masif oleh para oknum anggota dewan Lobar, menuntut yang bersangkutan meminta maaf 3X24 jam, serta meminta pimpinan dewan dan BK DPRD Lobar segera meminta klarifikasi memberikan sanksi jika sang oknum dinyatakan bersalah. Massa juga meminta seluruh anggota dewan untuk bersikap santun dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. “Kami mengultimatum yang bersangkutan 3x24 jam agar mengklarifikasi ucapannya dan meminta maaf kepada seluruh media di NTB, jika kasus ini ingin diselesaikan baik baik, kami menunggu I’tikad baik,” Jelasnya.

Proses negosiasi untuk menemui sang oknum dewan pun berlangsung alot dan sempat tegang, karena massa mempertanyakan keengganan sang oknum untuk menemui para pengunjukrasa. Untuk mendinginkan suasana, sejumlah perwakilan dewan akhirnya hadir untuk menemui massa yang sejak awal menolak melakukan hearing di dalam gedung dewan dengan alasan agar proses klarifikasi bisa disaksikan oleh peserta aksi dan khalayak.

Setelah ditunggu beberapa waktu, sang oknum yang ditunggu untuk memberikan klarifikasi tidak juga kunjung hadir dan massa harus puas membacakan pernyataan sikapnya dihadapan perwakilan Dewan yang hadir. Usai menyampaikan aspirasi massa selanjutnya membubarkan diri dan berjanji akan kembali mendatangi kantor rakyat tersebut jika yang bersangkutan tidak kunjung meminta maaf secara terbuka. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.