Piye

144 Karung Rastra Tak Layak Konsumsi Diadukan Pemda KLU

144 Karung Rastra Tak Layak Konsumsi Diadukan Pemda KLU
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Kondisi Beras Sejahtera Rastra (dulu Raskin-red) yang tidak layak konsumsi dikeluhkan warga Desa Malaka Kecamatan Pemenang KLU Lombok Utara dan dilaporkan ke Pemda setempat akhirnya mendapat respon positif dari pihak terkait.

Dalam hal ini Pemkab KLU menyatakan akan langsung menanyakan keberadaan beras tidak layak tersebut kepada pihak Bulog NTB. Proses penggantian rastra dipastikan pihak Bulog langsung bisa dilakukan setelah masuknya pengaduan.

“Ya saya datang langsung untuk memberikan klarifikasi terkait pengaduan warga yang menerima Rastra tak layak konsumsi itu,” ungkap Kadivre Bulog NTB, Achmad Ma'mun yang datang bersama jajarannya, Selasa (18/4).

Terkait didapatinya rasta yang tidak layak konsumsi dirinya mengaku menyesalkan hal itu, meski mengaku telah mensortir ketat seluruh beras yang akan disalurkan ke warga, namun masih tetap saja terjadi, hal ini menjadi evaluasi pihaknya kedepan.

“Kita sebetulnya tidak ingin ada kualitas yang buruk ketika sudah sampai di masyarakat, tetapi ada saja yang lolos dari sortiran. Untuk antisipasi, pengaduan harus cepat bukan berarti tidak ada komplain tapi harus cepat," ujarnya.

Sementara itu Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar menerima langsung kadivre Bulog NTB. Awalnya ia mengaku akan mendatangi Bulog Divre NTB usai mengetahui langsung kondisi beras Bulog yang diterima masyarakat.

“Ya sebetulnya kami berinisitaif mendatangi langsung kantor Divre untuk meminta kejelasan. Namun, ternyata direspon cepat oleh Bulog dan kami sangat apresiasi itu,”ujarnya.

Dikatakannya, respon cepat itu sangat di apresiasi. Kesiapan Bulog untuk mengganti beras yang lebih berkualitas dalam 1x24 jam. Yang mereka butuhkan hanya data dan informasi itu saja. Ketika ada laporan masuk mereka langsung bertindak cepat dengan mengganti yang buruk.

Bupati pada keseepatan itu langsung menginisiasi dibuatnya group di media social. Hal itu dimaksudkan sebagai bagian dari langkah cepat dalam rangka mengantisipasi pengaduan masyarakat terkait rastra yang diterima masyarakat. 

“Buat saja group WhatsApp yang anggotanya instansi yang terkait yang bertugas mengontrol. Itu akan mempercepat akses pengaduan masyarakat. Selain itu, bupati mengintruksikan agar Dinsos mengoptimalkan petugas TKSK (tenaga kerja sukarela kecamatan),” ujarnya.

Terpisah, Kabag Ekonomi Lombok Utara, H. Achmad Sujanadi, mengaku keluhan itu diterima pihaknya langsung setelah warga melaporkan. Jumlahnya, disebutkannya, sebanyak 144 sak (tiap sak 15 kg). jumlah itu yang dikembalikan ke Divre bulog.

“Kebanyakan beras yang tidak layak konsumsi itu ada di wilayah Dusun Mentigi, Desa Malaka, Kec. Pemenang. Dan sekarang sudah diganti karena warga langsung berkoordinasi dengan desa hingga camat kemudian sampai ke kami,” terangnya. (08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.