Piye

Warga Jubar Tolak Masuk Pemekaran Kecamatan Kotaraja

Warga Jubar Tolak Masuk Pemekaran Kecamatan Kotaraja
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Warga Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgesela dengan tegas menolak masuk pemekaran kecamatan Kotaraja yang merupakan pemekaran kecamatan Sikur. Dengan tetap lebih memilih berada di kecamatan Pringgesela, sementara saat ini pemekaran kecamatan Kotaraja bersama dengan pemekaran kecamatan Lenek dan Kokok Putik sudah mendapatkan rekomendasi dari Gubenur NTB. Untuk kemudian ditindaklanjuti ke pemerintah pusat guna mendapatkan persetujuan.

Kepala Dusun Bolen, Desa Jurit Baru, Rahibudin mengatakan kalau warganya tidak setuju dengan Jurit Baru masuk wilayah pemekaran kecamatan Kotaraja. Dengan apapun alasannya, karena kalau dipaksanakan tentunya akan mengundang reaksi keras dari masyarakat.

"Lebih baik kami tetap berada di kecamatan Pringgesela ketimbang masuk wilayah pemekaran kecamatan Kotaraja," tegasnya.

Menurutnya pemerintah hendaknya harus meninjau ulang masuknya wilayah Jurit Baru masuk pemekaran Kotaraja. Sebagaimana yang sudah masuk dalam proposal pengusulan pemekaran kecamatan tersebut, Karena biar bagaimanapun juga aspirasi masyarakat hendaknya harus dinomor satunya. Ketimbang nantinya akan timbul gejolak ditengah-tengah masyarakat Jurit Baru kalau dipaksakan masuk wilayah pemekaran Kotaraja.

"Pemerintah Desa, Kecamatan sampai kabupaten harus mendengarkan keinginan warga yang melakukan penolakan, sehingga meminta lebih baik cari desa yang lain saja," ujarnya.

Sementara Kades Jurit Baru dan Camat Pringgesela, Hanudin saat dihubungi melalui via ponselnya untuk dikonfirmasi mengenai masalah penolakan warga Jurit Baru yang Desanya masuk dalam wilayah pemekaran Kecamatan Sikur belum bisa dihubungi, meski sudah beberapa kali wartawan mencobanya. (SL10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.