Piye

RSUP NTB Libatkan Sembilan Dokter Spesialis Untuk Operasi Bayi ‘Fetus In Fetu’

RSUP NTB Libatkan Sembilan Dokter Spesialis Untuk Operasi Bayi ‘Fetus In Fetu’
SuaraLombok.com | Mataram - Setelah menjalani serangkaian tindakan perawatan dan observasi tim medis Rumah Sakit Umum Provinsi NTB hampir sepekan lamanya, kondisi bayi sepuluh bulan bernama Muhammad Abdul Zikri Hakim yang dinyatakan dokter mengidap kelainan bawaan bernama “Fetus In Fetu” masih dalam kondisi stabil dalam pengawasan medis rumah sakit.

Laporan perkembangan bayi Abdul Zikri anak pasangan suami isteri Usman (50) dan Asmini (45) warga Desa Letok Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur disampaikan Pihak Rumah Sakit melalui Ketua Tim Medis, yang juga adalah Direktur Utama RSUP NTB dr. Lalu Hamzi Fikri Selasa (21/03).

Dalam paparannya Lalu Hamzi FIkri menyatakan hasil pemeriksaan menunjukkan ada janin yang tidak berkembang di dalam perut bayi, yang dulunya dimungkinkan adalah calon kembaran sang bayi namun tidak berkembang, dan saat ini masih berada di perut bayi malang tersebut.

“Benda asing itu kita simpulkan adalah calon janin yang tidak berkembang berada di dalam perut bayi Zikri” ujar Hamzi dihadapan awak media.

Untuk tahapan berikutnya Pihak rumah sakit berkeputusan untuk melakukan operasi pengangkatan janin dalam perut bayi sebagai satu satunya cara untuk menyelamatkan sang bayi agar bisa tumbuh normal. 

“Setelah melakukan observasi mendalam dan berdiskusi dengan tim medis kami berkeputusan akan melakukan operasi terhadap bayi Zikri di Rumah Sakit Provinsi disini” jelasnya.

Untuk tahapan tersebut RSUP NTB sendiri akan melibatkan sedikitnya sembilan orang Tenaga Medis terdiri dari Dokter spesialis anak, anastesi, radiologi, patologi anatomi, spesialis gizi, ahli kandungan dan spesialis bedah yang seluruhnya akan bergabung untuk menangani sang bayi.

Sembilan orang dokter spesialis tersebut nantinya akan menjadi satu tim yang bertugas menangani sang Bayi mulai pra operasi, intra (saat) operasi, hingga pasca operasi dengan bidang spesialisnya masing masing untuk memastikan kondisi bayi akan terus membaik sebelum dan sesudah dilakukannya tindakan bedah operasi pengangkatan janin dalam perutnya. 

“Sembilan dokter itu nanti akan dilibatkan langsung baik pra, intra dan pasca operasi, untuk memastikan kondisi bayi tetap stabil dan sehat setelah tindakan” pungkasnya. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.