Piye

Nurdin Ranggabarani jadi Guru Sekolah Politik

Nurdin Ranggabarani jadi Guru Sekolah Politik
SuaraLombok.com Mataram - Wakil Ketua DPW PPP NTB, Nurdin Ranggabarani jadi Guru di Sekolah Politik di gedung LPMP Mataram yang diadakan oleh NTB Public Initiative yang bekerjasama dengan Indonesian Public Initiative ( IPI ) Jakarta yang didirikan oleh Desmon J Mahesa, aktivis prodem angkatan 80 an yang sekarang menjadi anggota DPR RI komisi III dari Partai Gerindra.

Ketua NPI NTB Megawati Lestari sebagai konseptor acara menyatakan sekolah politik ini mengambil tema "Menyiapkan Generasi Muda NTB yang berdaya saing" diikuti oleh peserta yang berasal dari semua perwakilan BEM dan Organisasi Kepemudaan sebanyak 45 orang. Acara Sekolah Politik NPI berlangsung selama tiga hari sejak hari jumat sampai minggu hari ini.

Mega juga menjelaskan dalam Sekolah Politik ini IPI Jakarta menugaskan 8 orang Guru untuk memberikan pembekalan materi politik terhadap peserta dengan berbagai materi kurikulum yang sudah disiapkan. Diantara delapan Guru dari IPI terdapat sejumlah nama aktivis yg beken di eranya antara lain Bung Efendi Saman, pendiri LBH Nusantara di Bandung, Iwan Sumule, Aktivis senior Jakarta, Dadang seorang jurnalis AJI, Usep Setiawan, serta sejumlah aktivis pembaharuan agraria dari Bandung.

“Ini yang pertama di NTB, Insya Allah nanti akan kita gagas pula di beberapa kabupaten kota di NTB” ujar Mega W. Lestari, SH selaku penanggungjawab sekaligus Ketua NTB Public Initiative (NPI) di sela sela acara.

Ketua NPI NTB secara khusus menghadirkan Nurdin Ranggabarani, yang juga mantan Ketua Presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram ( FKMM) periode 1990/1992 untuk memberikan materi tentang dasar dasar kepemimpinan kepada peserta sekolah politik.

"Bang Nurdin sengaja kami minta jadi Guru karena leadershipnya sebagai sosok anggota dewan sudah tidak diragukan lagi. Dan beliau sebagai mantan aktivis mahasiswa memiliki kepedulian yang kuat kepada nasib rakyat kecil," ujar Megawati sembari mengatakan bahwa dirinya masih banyak belajar dan berguru kepada sosok seperti Desmon J Mahesa, Efendi Saman, Dadang Aji, Iwan Sumule, Usep Setiawan maupun Nurdin Ranggabarani yang memiliki jaringan dengan tokoh tokoh besar di Mataram atau di Jakarta.

Lebih jauh Mega berharap agar alumni sekolah politik NPI kelak dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dari dewan guru secara baik di masing masing lembaganya agar terjadi proses pencerahan .

"Pada akhirnya nanti muncul generasi generasi aktivis muda yang baru yang memiliki perspektif dan orientasi gerakan yang jelas," pungkasnya. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.