Piye

Masyarakat Tak Berakta Disisir

Masyarakat Tak Berakta Disisir
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Sejumlah pihak memberikan atensi penuh terhadap minimnya masyarakat yang memiliki akta. Tidak terkecuali pihak ITDC yang bekerjasama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) dan Disdukcapil Loteng.

Pasalnya, akta kelahiran, e-KTP dan KK akan sangat mempengaruhi penerimaan tenaga kerja di KEK Mandalika Resort pada akhirnya nanti.

Kepala Humas dan PKBL ITDC KEK Pariwisata Mandalika, Adi Sujono mengemukakan, ITDC memahami betul permasalahan yang terjadi saat ini di tengah masyarakat. Sehingga, pihaknya tidak mau mengambil resiko jika nantinya masyarakat tidak bisa dilibatkan dalam lowongan pekerjaan.

“Kalau sudah ada akta kelahiran, KK, KTP akan bisa melanjutkan pendidikan. Kalau sudah seperti itu nanti bisa melamar pekerjaan di KEK, itu yang kami soroti selama ini,” ungkap Adi.

Sementara itu, Fundraising Department Manager GNI, Henricus Maria Windy Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah melakukan MoU dengan ITDC dan pemerintah kabupaten untuk menyisir wilayah lingkar KEK.

Dikatakan, akta kelahiran dan kematian, e-KTP dan KK akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga selain memberikan pelayanan gratis, salah satu tujuan program ini adalah mensosialisasikan pentingnya masalah ini.

“Kami bekerja dalam bidang hak anak dan masyarakat sehingga kami tidak ingin gara-gara administrasi semacam ini nantinya hak masyarakat itu terabaikan,” ungkapnya.

Program ini menyasar empat desa lingkar KEK, antara lain Desa Kuta, Desa Sukadana, Desa Mertak, dan Desa Sengkol. Dilaksanakan sejak 16 hingga 22 Maret.

Jumlah masyarakat yang mengikuti program ini mencapai dua ribu orang dengan estimasi di masing-masing desa disasar sebanyak 500 orang. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.