Piye

LKPJ Bupati Lobar Disetujui  Untuk Dibahas Paripurnakan Dewan

SuaraLombok.com | Lombok Barat - Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lombok Barat (Lobar) tahun anggaran 2016 dapat disetujui DPRD Lobar. Persetujuan tersebut disampaikan melalui rapat pariupurna dewan Selasa (21/3).

Laporan persetujuan dibacakan oleh wakil dari Fraksi Gabungan, Muslim Bafadal, Dalam LKPJ, nilai anggaran yang dikelola eksekutif mencapai lebih dari Rp.1,58 triliun. Namun yang terelaisasi mencapai lebih dari  Rp.1,47 triliun (93,27 %). Belanja daerah sebesar Rp.1,62 triliun lebih, terealisasi sebesar Rp.1,48 triliun lebih (91,61%). Pembiayaan daerah Rp.65,76 milyar lebih. Pengeluaran sebesar Rp. 28,62 milyar lebih. Sehingga pembiayaan bersih sebesar Rp.37,14 milyar lebih, Berdasarkan LKPJ yang disampaikan bupati beberapa waktu lalu, maka fraksi-fraksi gabungan yang terdiri dari fraksi Golkar, Nasdem, Gerindra, PKB, PAN, PDI, PPP, Rakyat Demokrasi, dan Bintang Keadilan Sejahtera berkesimpulan bahwa, menerima dan setuju terhadap LKPJ bupati Lobar tahun anggaran 2016.


“ Setelah persetujuan ini, akan dilanjutkan dengan tahapan berikutnya yakni, jawaban  eksekutif terhadap persetujuan legislatif tersebut. Pada kesempatan itu, hal lain yang  disinggung legislatif adalah, terkait tugas pembantuan dari 6 kementerian yakni Kemterian Koperasi UMKM supaya diberikan penjelasan oleh pihak eksekutif. Bantuan apa saja yang telah diterima, karena sampai saat ini, masalah Koperasi di Lobar bagai hidup segan mati tak mau.” tuturnya.


Penjelasan lain yang diminta terkait program dalam rangka pengentasan kemiskinan. Legislatif menilai, masih banyak masyarakat Lobar yang tergolong miskin. Bantuan apa saja masyarakat tertsebut dapat diterima. Selain itu penjelasan yang diminta adalah, kelanjutan pembangunan GOR mini di Gerung.

“Selain itu,banyaknya pahlawan-pahlawan Lobar dari sisi olah raga, MTQ namun mereka hengkang ke daerah lain Dimohon pula penjelasan terkait penanganan TKI bermasalah.”terangnya.


Rapat paripurna ini sedianya mulai pukul 09.30 WIT. Namun sempat tertunda beberapa saat karena anggota yang hadir belum quorum. Tidak quorumnya anggota dewan semula 45 orang, kini hadir kurang dari 50%. Setelah wakil ketua HM.Nursaid memulai sidang, ada seorang angggota yang melakukan intrupsi. Melihat secara fisik, anggota yang hadir baru 21 orang. Setelah hampir molor 45 menit, anggota baru dinyatakan quorum.


 “Setelah usainya pernyataan persetujuan ini, selanjutnya pihak dewan menunggu jawaban kepala daerah terhadap pandangan fraksi-fraksi melalui rapat paripurna mendatang.”pungkasnya. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.