Piye

Lingkungan dan Bencana jadi Atensi

Lingkungan dan Bencana jadi Atensi
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Setelah dihantam beberapa kali oleh bencana alam, Pemkab Loteng akhirnya mengusulkan terbitnya perda pemanfaatan lingkungan dan penanggulangan bencana.

Wabup Loteng, L Pathul Bahri dalam sidang paripurna pengusulan dua ranperda inisiatif ini mengemukakan pentingnya dua ranperda ini untuk diketok.

“Kita membutuhkan aturan yang lebih terarah dalam hal penanggulangan bencana dan pemanfaatan lingkungan,” ungkapnya.

Dikatakan Pathul, dua ranperda ini sangat penting mengingat kondisi alam Loteng pada khususnya dan NTB pada umumnya sangat rentan ditimpa bencana. Mulai dari banjir, gempa bumi, kebakaran, bahkan tsunami yang memungkinkan terjadi karena kondisi geografis yang dikelilingi oleh lautan.

Dalam perda ini nantinya, diharapkan adanya pergerakan lebih cepat dan lebih tanggap ketika musibah itu terjadi meskipun tidak pernah diharapkan, bahkan jika memungkinkan akan berimbas pada pengadaan alat deteksi dini, Begitu juga dengan ranperda tentang pengelolaan lingkungan yang harus segera terbentuk dan sangat penting untuk diterbitkan.

“Pemanfaatan lingkungan mutlak diperlukan dan diatur di dalam perda,” ujarnya.

Salah satu anggota DPRD Loteng Komisi II dari Fraksi PKS, Supriadi mengemukakan jika ranperda ini begitu penting untuk dibahas, maka paripurna selanjutnya harus dilaksanakan secepatnya.

“Saya usul kita bahas pada hari Rabu (22/3) atau maju satu hari karena ini sangat penting,” usulnya sebelum paripurna ditutup ketua dewan.

Hanya saja, usulan itu ditolak mentah-mentah oleh Ketua DPRD Loteng, dengan alasan ranperda ini harus dikaji bersama dan dipelajari secara seksama.

“Kita jadwalkan hari Kamis (23/3) karena kita harus pelajari dulu dan memahami isi Ranperda inisiatif dari eksekutif ini,” tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.