Piye

Diguncang Gempa, Tiga Sekolah di Loteng Terancam Ambruk

Diguncang Gempa, Tiga Sekolah di Loteng Terancam Ambruk
SuaraLombok.com|Lombok Tengah - Informasi yang diserap SuaraLombok.com dari BMKG Stamet LIA yang diterima melalui group WhatsApp, kekuatan gempa mencapai 6,4 Skala Richer dengan ecicenter 8,88 derajat LS dan 115,24 derajat BT pada kedalaman 117 kilometer, dan jika ditinjau dari kedalamannya, gempa yang terjadi sekitar 07.26 Wita ini merupakan jenis gempa bumi akibat aktivitas subduksi sebagai hasil interaksi lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, Hingga berita ini diturunkan, catatan dari BMKG masih belum ada gempa susulan dengan skala sedang hingga besar.

Kepala UPT PAUD dan Dikdas Kecamatan Pujut, L Wiraja memaparkan, Akibat gempa tersebut, Sedikitnya tiga sekolah di Kecamatan pujut terkena dampak serius dari gempa berkekuatan 6,4 SR yang terjadi Rabu (22/2). Masing-masing adalah SDN 5 Sengkol, SDN 1 Sengkol dan SDN Gantang.

“Yang sudah kami data baru tiga sekolah,” ungkapnya.

Kepala SDN 5 Sengkol, M Agus Argaean Budi menjelaskan, gempa berkekuatan 6,4 SR ini memaksa dewan guru memutuskan tidak menggunakan RKB masing-masing sebagai ruang belajar dan memilih melaksanakan proses belajar mengajar di halaman, karena di SDN 5 Sengkol 5 ruang kelas Kelas yang mengalami retak dan menjadi yang terparah mengalami kerusakan, sedangkan SDN 1 Sengkol dan SDN Gantang masing-masing mengalami 3 ruang yang terkena dampak gempa dan menyebabkan retak.

“Siswa dan guru takut, sepertinya bakalan rubuh,” jelasnya. “Jumlah siswa yang terbengkalai saat ini sekitar 176 orang dari lima rombel dan ruang kelas yang terkena dampak, Kami tidak tahu sampai kapan bakal seperti ini, tapi sepertinya tidak akan berani menempati sampai ada perbaikan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Loteng yang membidangi pendidikan, L Muhibban saat mendengar kabar ini dari wartawan langsung meminta agar Disdik bersikap dan bertindak cepat dan tanggap, karena bencana guncangan gempa memang tidak bisa ditebak. Hanya saja, pihaknya juga tidak ingin pendidikan bagi peserta didik terbengkalai meski masih bisa dilaksanakan di luar ruangan.

“Harus segera disikapi, minimal Disdik turun langsung dulu ke lapangan, namun ia juga sangat menyayangkan Pihak Disdik yang hingga saat ini belum turun (bertindak) dan tidak merespon telpon dan sms wartawan.” Tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.