Piye

Diduga Musrenbang Ditunggangi Kepentingan Politik

Diduga Musrenbang Ditunggangi Kepentingan Politik
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Arahan perwakilan Bappeda Provinsi, Nuryanti saat pembukaan Musrenbang Kabupaten di D’Max hotel beberapa waktu lalu disorot sejumlah pihak, Dalam arahannya, wanita yang menjabat sebagai Kabid Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Bappeda provinsi ini sempat menyebut masalah pembangunan berbasis daerah pemilihan anggota dewan.

“Nanti bisa dikolaborasikan dengan rencana pembangunan di masing-masing dapil anggota dewan,” celetuknya.

Menanggapi hal ini, Sekda Loteng, HM Nursiah mengatakan, pembangunan pada dasarnya dimeratakan dan bukan hanya berbasis dapil.

Hanya saja, tidak ada salahnya jika disinkronkan dengan rencana dan kebutuhan di masing-masing daerah pemilihan agar bisa dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

“Itu sah-sah saja, tetapi harus merata, tidak bisa kalau dipatok dari masing-masing dapil dewan,” ucap Nursiah.

Ditempat yang sama, peserta dari beberapa delegasi kecamatan, Seperti diungkapkan oleh delegasi kecamatan Prabarda, Saurim yang justru dengan tegas mengatakan jika Musrenbang diduga kuat ditunggangi dan didominasi kepentingan politik, karena sejauh ini program yang ada di kabupaten seringkali realisasinya direbut para anggota Dewan, karena para anggota Dewan memiliki power untuk melaksanakan tanpa melalui proses panjang seperti Musrenbang.

“Ini yang kalau menurut saya pembangunan tidak merata, karena usulan kami terkadang harus berhadapan dengan keinginan anggota dewan, usulan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat terkadang tidak bisa dilaksanakan.” tegasnya.

Lanjutnya, bahkan yang lebih miris lagi, masyarakat tidak mendapat akses leluasa untuk melihat paket informasi pembangunan, ini menjadi problem atau titik kesulitan masyarakat untuk ikut mengoreksi bersama.

“Maka tidak heran ketika masyarakat bertanya, pihak Kecamatan mengarahkan langsung ke kabupaten, namun ternyata di kecamatan juga tidak ditembuskan,” kesalnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.