Piye

Dewan Pelototi Kerja PDAM dan Kontraktor

Dewan Pelototi Kerja PDAM dan Kontraktor
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Perbaikan pipa PDAM yang kerap membuat lubang di jalan mendapat keluhan dari masyarakat, begitu juga sebaliknya, perbaikan jalan yang kerap menjadikan pipa PDAM bocor juga menjadi masalah yang terus menerus dirasakan masyarakat.

Anggota DPRD Loteng komisi I, Legewarman menyoroti hal ini lebih dalam. Ia mengatakan, masalah ini seharusnya tidak boleh terjadi. Sebab, akan mengganggu fasilitas umum dan kenyamanan masyarakat.

“Yang menjadi masalah, masing-masing kok sepertinya apatis (Tidak peduli, Red) dengan apa yang sudah dilakukan,” sentilnya.

Dicontohkan Lege sapaan akrabnya, PDAM kerap melakukan perbaikan pipa di badan jalan ketika terjadi kebocoran. Hanya saja setelah itu, jalan yang sudah berlubang karena dilakukan perbaikan itu tidak kunjung dilakukan oleh PDAM sendiri dan menunggu perbaikan dari pihak luar seperti kontraktor atau Pemkab.

“Kalau seperti itu pembangunan tidak akan bisa berjalan mulus dong,” lanjut dia.

Begitu juga ketika kontraktor yang melakukan perbaikan jalan menggali dan menyebabkan kebocoran pada pipa PDAM, kerap ditemukan tidak ada perbaikan pipa itu oleh kontraktor atau PDAM.

Yang menjadi masalah besar, perbaikan dibebankan kepada PDAM dan tidak dikomunikasikan terlebih dulu.

“Yang terjadi kemudian, perbaikan justru dilakukan setelah jalanan itu jadi, kan rusak lagi jadinya,” celetuknya.

Menanggapi hal ini, salah satu direktur PDAM, Lalu Sukemi mengakui kerap miss komunikasi dengan kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan.

“Ya terkadang kami juga sering miss komunikasi, apalagi kalau kontraktornya seolah tidak peduli,” ucap Sukemi membela diri.

Dia mengatakan kerap mendapati kasus kebocoran pipa akibat alat berat atau lainnya pada saat pelaksanaan sebuah proyek.

Dalam hal ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan perbaikan pada saat proyek masih berjalan. Hal itu karena dikhawatirkan akan terjadi kebocoran lagi ketika pipa sudah diperbaiki lagi.

Di sisi lain, untuk beberapa proyek, PDAM dan kontraktor melakukan MoU. Sehingga, apabila ada kerusakan, pihak kontraktor akan memberikan ganti rugi berupa biaya perbaikan.

“Tapi tidak semua seperti itu, ada sebagian,” tambah dia.

Terkait dengan masalah sebaliknya yaitu perbaikan PDAM yang kerap menjadikan jalan berlubang, Sukemi membantah jika pihaknya tidak bertanggung jawab.

Ia mengatakan, ketika pihaknya melakukan perbaikan pipa yang mengharuskan jalan dilubangi, maka akan ada penimbunan kembali dan tidak membiarkan begitu saja.

“Kalau kami tetap menimbun dan memperbaiki,” singkatnya mengakhiri. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.