Piye

Bisnis Villa Di Lombok WNA Prancis Ditangkap

Bisnia Villa Di Lombok WNA Prancis Ditangkap
SuaraLombok.com | Mataram - Gara gara berbisnis membuat Villa di kawasan Pantai Alang Alang Kecamatan Sekotong Lombok Barat Jean Francois Yuan Malrie (64) asal Prancis diamankan Pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram atas dugaan menyalahi ijin tinggal Rabu (29/03).

Jean diamankan pihak Imigrasi berdasarkan laporan warga yang mencurigai aktifitas orang asing di wilayahnya dengan membangun sejumlah bungalow tanpa sepengetahuan aparat desa setempat.

Ditemui di ruang karantina Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram, Jean Menampik tudingan dirinya berbisnis dan membuka usaha di Lombok melainkan hanya dimintai tolong oleh salah seorang rekannya yang juga asal Prancis untuk mendesain dan mengkonsep tujuh buah bungalow yang dibangun.

Namun Jean juga mengakui dengan jujur kalau selama di Lombok dirinya tidak pernah mengurus ijin tinggal baik paspor serta dokumen lainnya karena alasan dirinya selama ini tidak bepergian (traveling-red) seperti para wisatawan pada umumnya dan karena sibuk mengawasi proyek pembangunan Bungalow milik temannya.

“Saya memang tidak pernah mengurus dokumen, rencananya itu akan saya urus menjelang pulang nanti sebelum natal” ujar Pria kelahiran Aljazair berkebangsaan Prancis ini.

Pihak Imigrasi sendiri menyatakan Jean ditahan karena melakukan aktifitas illegal dengan bekerja membuat bungalow di kawasan Sekotong dan menyalahi ijin tinggal karena hanya memiliki visa kunjungan wisatawan (visa turis-Red) saja.

Berdasarkan data yang dimiliki pihak imigrasi, Jean telah sering bolak balik Lombok - Prancis sejak tahun 2015 lalu, dan menetap dalam jangka waktu yang lama dengan dugaan berbisnis villa dan akhirnya ditangkap Pihak Imigrasi Senin lalu di kawasan Sekotong Lombok Barat.

“Dia kita tahan dengan dugaan menyalahi ijin tinggal, paspor yang dimiliki hanya ijin kunjungan, dia tidak pernah mengurus dokumen lain, padahal dia sudah disini setahun terakhir” beber Putu Sukarna, Kasi Penindakan dan Pencegahan Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram.

Petugas kini masih mendalami pemeriksaan terhadap Jean terkait keberadaan rekan senegaranya yang dinyatakan merupakan pemilik bungalow yang dibangun, dan juga sedang berkoordinasi dengan pihak konsulat Prancis untuk tindakan lebih lanjut terhadap Jean.

“Kita masih dalami dan mintai keterangan dulu, kalau terbukti melanggar nanti kita siap lakukan deportasi” pungkas Putu Sukarna. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.