Piye

Ahli Bedah Saraf : Trauma, Stroke Dan Tumor Penyakit Saraf Paling Dominan Di Daerah

Ahli Bedah Saraf : Trauma, Stroke Dan Tumor Penyakit Saraf Paling Dominan Di Daerah
SuaraLombok.com Mataram - Tiga penyakit saraf yang mayoritas banyak ditemukan di Indonesia menurut Ahli Bedah Saraf asal Universitas Airlangga Prof. DR. dr. Abdul Hafid Bajamal Sp.BS (K) terkonsentrasi pada tiga jenis gangguan saraf yakni trauma, stroke dan tumor, angka ini justru semakin meningkat seiring dengan berkembangnya waktu.

“Dimana mana penyakit saraf itu yang dominan ya tiga macam, selain trauma ya stroke baru tumor” paparnya kepada awak media usai menjadi pemateri para acara “Lombok Braine and Spine Update 2017 (LOBUS)” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI) di Hotel Golden Tulip Mataram, Minggu (19/03).

Trauma akibat benturan saat kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab tertinggi dan berada di posisi pertama terjadinya gangguan saraf, termasuk di NTB bahkan merupakan faktor utama penyebab kematian pada kasus pasien gangguan saraf.  Tingginya angka ini  diakibatkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,yang menyebabkan kecelakaan dan traumatik yang umumnya menyebabkan resiko angka kematiannya justru paling tinggi.

“Kalau di negara yang maju lalu lintasnya justru tumornya yang banyak, kalau disini 15 persen dari kecelakaan itu kecelakaan berat, angka kematiannya tinggi” lanjutnya.

Sementara stroke berada di posisi kedua penyebab penyakit saraf dominan dikarenakan pola hidup serta pola makan yang salah yang umumnya masih dilakukan warga masyarakat. Untuk di NTB sendiri kasus Stroke ini termasuk jenis penyakit saraf kedua yang banyak ditemukan di tengah masyarakat setelah trauma kecelakaan.

“Angka insiden kasus stroke di NTB itu seharusnya 15 kasus perhari jika jumlah penduduknya lima juta, ini kendala paling berbahaya setelah trauma disini, intinya pola makan dan pola hidup harus dikontrol” imbuh ahli bedah Saraf Universitas Airlangga ini.

Kasus tumor juga sampai saat ini menjadi jenis gangguan saraf yang paling banyak ditemukan di tengah masyarakat. Untuk hal ini Abdul Hafid menyatakan tindakan preventif (deteksi dini) dengan penyadaran dan pengajaran kepada masyarakat akan bahaya tumor menjadi hal yang terpenting.

“Sampai saat ini kita tidak tahu penyebabnya apa, namun masalahnya sekarang bagaimana agar tumor itu diketahui masyarakat lebih awal agar resikonya lebih kecil dan bisa tertangani, disini media berperan“ bebernya.

Terkait dengan perkembangan dunia medis ke depan, Dokter spesialis ini berharap agar semua tenaga medis dimanapun bisa memanfaatkan kemajuan teknologi kedokteran secara maksimal serta bersinergi satu sama lain sebagai wujud profesionalisme para medis dengan hasil karya yang lebih tuntas.

”Target kita minimal inpasif arahnya kesana, tindakannya lebih cepat dengan menggunakan fasilitas medis terkini, dengan hasil yang lebih tuntas dan memuaskan“ pungkasnya. (02)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.