Piye

UNBK Sebentar Lagi, Belasan Sekolah Masih Kekurangan Komputer

UNBK Sebentar Lagi, Belasan Sekolah Masih Kekurangan Komputer
SuaraLombok.Com | Lombok Barat - Sebanyak 15 SMA dan SMK di Lombok Barat tengah mempersiapkan pelaksanaan UNBK April mendatang. Ditengah persiapan UNBK tersebut, belasan sekolah ini justru mengeluhkan masih minimnya peralatan penunjang. Pihak sekolah sendiri telah bersurat ke pusat melalui Pemprov namun belum direspon hingga saat ini. 

Kepala SMA 1 Kuripan H. Makbullah mengatakan, semua sekolah telah melakukan persiapan, baik dengan penambahan waktu belajar, pengayaan dan matrikulasi khusus terhadap mata pelajaran yang di UN-kan. Pelaksanaan UNBK di sekolahnya baru pertama kali diadakan, sehingga pihaknya perlu mempersiapkan semaksimal mungkin.

“Untuk pelaksanaan UNBK ini kami terkendala sarana prasarana komputer semua sekolah ini belum ada yang maksimal karena kekurangan”keluhnya. 

Dikatakan, minimal komputer yang ada di sekolah untuk UNBK setengah atau 1/3 dari jumlah siswa yang UN di masing-masing sekolah. Ia mengakui, di sekolahnya saja baru ada 45 unit masih kekurangan 15 komputer. 

''kami terus terang saja, masih kurang sebanyak 15 unit,''terangnya.

Bagaimana solusinya? Pihak sekolah masih menunggu jawaban pusat, terkait pengadaan komputer tersebut. Jika memang tidak ada jawaban, maka pihaknya terpaksa akan berhutang untuk membeli komputer. Pihaknya sendiri sudah mengusulkan ke pusat untuk penambahan alat. Menurutnya, UNBK ini harus menjadi perhatian serius pemprov dan pusat sebab bagaimanapun ini gawe pusat melalui provinsi. 

Sementara, Kepala SMA 1 Lembar Erni Zuhara mengakui, jumlah peserta UNBK di sekolahnya 179 siswa. Namun ditambah ada peserta tambahan dari sekolah lain sebanyak 70. 

“Sementara kami punya komputer 40 , masih kurang 25, ”akunya. 

Dari yang sudah ada kata Erni, itupun berupaya dengan segala cara melelengkapi kekurangan komputer tersebut, denagan memperbaiki komputer yang sudah rusak,ungkapnya. 

Kepsek SMA 1 Narmada, H. Mustaan menambahkan, jumlah peserta UNBK di sekolahnya paling banyak mencapai 588 orang, karena gabungan antara SMA reguler dengan SMA terbuka. Ia mengaku kekurangan komputer sebanyak  60 unit lebih. 

“Kami sudah punya hanya 140, jadi kurang 60 unit,”ujarnya. 

Untuk solusi, pihaknya berupaya mencari guru-guru dan anak-anak yang memiliki laptop dan komputer untuk dipinjam. (07 )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.