Piye

Terendam Banjir, Perekonomian Warga Peras Ikut Lumpuh

Terendam Banjir,  Perekonomian Warga Peras Ikut Lumpuh
SuaraLombok.Com | Lombok Tengah - Akibat hujan dengan curah hujan cukup tinggi selama tiga hari, beberapa Desa di Loteng terendam banjir. Termasuk desa di bagian Selatan Loteng yang sebelumnya terkenal dengan wilayah yang kering.

Yang lebih parah,  banjir terjadi pada beberapa wilayah perekonomian masyarakat yang bergelut di tambak udang, tambak ikan dan tambak garam si Dusun Peras Desa Kidang Kabupaten Lombok Tengah.

Kadus Peras, Amaq Mila menjelaskan, banjir ini sebenarnya terjadi sejak Selasa malam yang mengakibatkan puluhan rumah warga terendam. 

"Memang tidak ada korban jiwa, tapi kasus seperti ini hampir setiap tahun terjadi dan membuat perekoniman kami lumpuh total," keluhnya.

Kades Kidang, Abdul Razak mengatakan hal yang sama. Diakui, dusun yang berada di ujung Selatan desanya ini merupakan langganan banjir. 

Terutama jika hujan terus menerus terjadi hingga dua tiga hari seperti ini. Selain itu, lanjut Kades, sebelah Barat dusun ini terdapat sungai yang merupakan hilir tiga sungai.

“Data yang kami miliki, sebanyak 130 lebih rumah warga terendam banjir,”  terangnya.

Selain merendam rumah warga, kata Kades, sebanyak 60 hektar tambak udang dan ikan warga jebol terbawa arus. Padahal, isi tambak udang sebagian besar akan panen dalam waktu dekat. 

Untuk kerugian dari banjir ini, lanjutnya, belum bisa dikalkulasikan secara menyeluruh. Akan tetapi, bisa ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. 

“Kerugian warga cukup banyak kalau saya liat. Tapi yang terpenting saat ini Pemkab bisa bantu warga kami dulu,” harapnya.

Selai di Desa Kidang, banjir juga merendam Desa Bangkat Parak. Kades Bangkat Parak, Ardaman menjelaskan, dari tiga dusun yang ada di Selatan, dua dusun terkena banjir dengan kondisi parah. Dusun Sengkudul dan Dusun Celuwakan. 

Banjir setinggi lutut orang dewasa ini bahkan ada yang hingga leher orang dewasa ini merendam 200 lebih rumah warga. 

"Sementara, warga kami mengungsi  di tempat lebih tinggi atau di rumah sanak famili mereka," katanya. 

Untuk sumber perekonomian warga berupa tambak, Aedaman membeberkan, akibat banjir ini, sekitar 48 hektar lebih tambak udang,  ikan dan garam warga jebol. 

Terkait bencana ini, dirinya meminta pihak terkait untuk segera mengirim bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, pakaian layak pakai, dan lainnya.

“Kami sudah koordinasi dengan BPBD terkait bencana ini. Oleh karenanya, kami berharap segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.