Piye

Tak Punya TPS, Warga Pagutan Kesulitan Penanganan Sampah

Tak Punya TPS, Warga Pagutan Kesulitan Penanganan Sampah
SuaraLombok.Com | Mataram - Kelurahan Pagutan masih kesulitan dalam penanganan sampah. hal ini disebabkan kelurahan ini belum memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Warga masih membuang sampah di mini bil yang petugasnya diswadaya oleh warga sendiri.

“Masyarakat urunan masing-masing tiap lingkungan,” ujar Anuri, Lurah Pagutan, Senin (6/2).

Ia menuturkan, penanganan sampah kini diberikan pada masing-masing lingkungan. Hal ini juga sambil menunggu dana hibah Rp 50 juta turun dari Pemerintah Kota Mataram.

“Setiap KK bayar Rp 5 ribu,” sambungnya.

Anuri juga memastikan dana lingkungan Rp 50 juta akan segera cair di tahun ini. Pencairannya nanti tergantung per kegiatan yang menjadi kebutuhan lingkungan. Seperti gaji kepala lingkungan.

Hanya saja beberapa item terpaksa dicancel. Salah satunya pengadaan petugas keamanan lingkungan atau Linmas. Sebab itu, Linmas lingkungan saat ini masih diambil alih oleh kelurahan. Dana untuk linmas kemungkinan akan ada pada tahun berikutnya.

“Sebab Rp 20 juta untuk tossa itu tidak cukup,” akunya.

Sementara terkait TPS, ia mengaku tengah mencari lahan. Hanya saja persoalan kini justru datang dari masyarakat sendiri. Sebagian besar warga tak ingin tinggal berdekatan dengan TPS. mereka menganggap aroma sampah nantinya akan mengganggu aktivitas.

“Saat ini kita masih tunggu sambil mencari lokasi,” pungkasnya.

Melihat perkembangan kota Mataram yang pesat, tentu akan sulit mencari lahan sebagai TPS. Namun ia berharap tetap ada lahan yang dapat digunakan sebagai pembuangan sampah nantinya .

Namun menurut Anuri, kendala lain juga terletak pada masyarakat. Selama warga belum bisa mau hidup dekat dengan calon TPS, maka akan sulit untuk membuat TPS tersebut.

Berkaca pada pemasangan kontainer beberapa waktu lalu. Banyak warga yang mengeluhkan keberadaan kontainer itu. Mereka mengeluhkan aroma sampah yang telat diangkut sangat mengganggu. Hingga akhirnya kontainer tersebut pun ditarik.

“Akhirnya sekarang terpaksa kita ganti dengan mini Bil. Jadinya setelah sampah dikumpulkan, langsung dibuang,” tandasnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.