Piye

Suhaili Kaitkan Kasus Desa Dengan Lemper Madu

SuaraLombok.Com | Lombok Tengah—Membludaknya kasus yang melilit Banyak kepala desa saat ini kembali memecut Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT angkat suara.

Hanya saja, kali ini ia mengkaitkannya dengan program yang sudah dibuat saat menjabat priode pertama yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Terpadu (Lemper Madu).

Dikatakan Suhaili, banyaknya kasus yang melilit kepala desa saat ini karena tidak memanfaatkan program yang sudah dibuat saat itu.

“Maksud dan tujuan Lemper Madu itu agar kepala desa menggandeng semua kalangan, tidak bekerja sendiri, mau dapat sendiri,” tegasnya di hadapan ratusan kepala desa se Loteng, kemarin.

Karena tidak adanya kerjasama yang baik dengan semua lapisan di desa, mulai dari BPD, BKD, Mangku, Lembaga adat, dan lain sebagainya, Kepala Desa rentan mendapat masalah.

“Bayangkan saja, tumpukan berkas laporan di meja Kejari itu isinya kenbanyakan tentang desa,” sambungnya geram.

Disamping masalah uang pelanggaran korupsi, Suhaili juga mengingatkan agar kepala desa mewaspadai kesalahan terkait administrasi.

Sebab, lanjut dia, masalah administrasi terkadang sering menjebak kepala desa sehingga masuk lingkaran korupsi.

“Makanya harus pintar jadi kepala desa,” tambahnya sambil sedikit bercanda. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.