Piye

Security Island Bubar, Gili Trawangan Bakal Tak Aman

Security Island Bubar, Gili Trawangan Bakal Tak Aman
SuaraLombok.Com | Lombok Utara -Terungkapnya kasus dugaan pungli di Gili Trawangan belum lama ini, membuat pihak desa Gili Indah tak lagi telah menangani soal kebersihan dan keamanan, termasuk membubarkan Security Island . Hal ini dinilai membuka peluang tindak kriminal dan aspek keamanan disana pun mulai diragukan sejumlah pihak.

‘’Kemarin waktu malam minggu ada tiga laporan aduan, tetapi security island tidak mau tindaklanjuti karena katanya sudah berhenti,” ujar Yadi Sofyan, salah seorang security hotel setempat, Senin (6/2).

‘’Keamanan ini penting karena biasanya setiap hari itu ada saja, entah bule tidak mau bayar sampai yang mencuri itu ada. Khawatirnya kalau security island tidak kontrol maka kejadian-kejadian tahun dulu terjadi lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gili Indah, H. Taufik mengatakan bahwa mau tidak mau keamanan di Gili Trawangan diragukan. Pasalnya, ia pun tidak mampu membiayai mereka, sebab anggaran yang selama ini digunakan justru masuk dalam kategori dugaan pungli.

‘’Dari pada kita disangka ini itu, sekarang saja anggota minta gaji totalnya Rp 43 juta saya mau carikan kemana. Jelas ini sangat berpengaruh karena keamanan adalah faktor utama pariwisata,” ungkapnya.

Ia pun tak menapik bahwa tindak kriminal kerap terjadi, meskipun notabene ada polisi pulau yang bertugas, tetapi jumlah personil yang sangat terbatas menjadi persoalan lain. 

‘’Sudah ngak tahu, memang ada saja yang melakukan pencurian dan lain sebagainya. Kita serahkan semuanya pada pemda lah,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapospol Subsektor Gili Indah, Ipda I Ketut Artana mengatakan, anggota polisi pulau sangat terbatas yaitu sebanyak 14 personil. Hanya saja, guna menjaga cipta kondisi agar kondusifitas tetap jalan ia pun akan memaksimalkan personil yang ada saat ini. 

‘’Memang kita akui personil sangat kurang, biasanya 5 orang bertugas secara shift termasuk saya. Tapi yang jelas kita akan upayakan mengatasi persoalan itu,” tegasnya.

‘’Kami harap warga atau wisatawan yang merasa jadi korban kriminal untuk malapor ke kami, tentu nanti akan kita proses sesuai hukum jika ada unsur pidananya,” pungkasnya.(08).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.