Piye

Patut Dicontoh, BPBD dan Dinsos Beri Bantuan Ke Korban Banjir

SuaraLombok.Com | Lombok Timur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Desa Sukadamai, Kecamatan Jerowaru. Hal itu dilakukan sebagai upaya tanggap darurat terhadap para korban bencana banjir terlebih lagi dengan adanya warga yang mengungsi.

Sementara itu bantuan yang diberikan berupa mie instan, air, sarden, beras serta kebutuhan lainnya yang dibutuhkan para korban bencana banjir tersebut. Hal itu dilakukan agar warga tidak kekurangan bahan makanan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, H. Raden Mulyanto Tejo Kusumo yang dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir yang terjadi di Desa Sukadamai tersebut. Meski dirinya sampai saat ini belum menerima data mengenai jumlah warga yang menjadi korban bencana banjir. 

"Memang sampai saat ini saya belum terima datanya, namun begitu pihaknya siap menyalurkan bantuan berupa sembako ke korban banjir sebagai bentuk tanggap darurat," ungkapnya.

Menurut Mulyanto, bantuan yang disalurkan ini tentunya akan langsung dilaporkan ke pimpinan agar mengetahui apa yang dilakukan Dinas Sosial terhadap korban banjir tersebut. Begitu juga dalam memberikan bantuan ini harus ada data-data yang diisi agar menjadi lebih jelas nantinya pertanggungjawabannya. 

"Mungkin agak terlambat bantuan ini disalurkan, maklum dinas baru tentunya harus banyak yang dilengkapi kekurangannya," ujar Kadis Sosial Lotim itu.

Hal yang sama disampaikan Kepala BPBD Lotim, H. Napsi mengatakan kalau pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir di wilayah Selatan Lotim. Menurutnya, warga sangat membutuhkan bantuan terlebih lagi dengan adanya warga yang mengungsi akibat banjir tersebut.

" Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini sedikit tidaknya bisa meringankan beban masyarakat yang menjadi korban banjir tersebut," terang Napsi. (06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.