Piye

Paguyuban Gema Satya Mandala Beri Bantuan Panti Asuhan Dwijendra

SuaraLombok.com | Mataram- Paguyuban Gema Satya Mandala menggelar bakti sosial di panti asuhan Dwijendra Mataram, Minggu (5/2). Ini merupakan salah satu rangkaian ulang tahun paguyuban ini yang ketiga.

I Gusti Made Winantara, ketua Paguyuban Gema Satya Mandala menuturkan, paguyuban tersebut bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan. Anggotanya pun berasal dari lintas agama dan suku. Tak hanya Hindu, namun juga muslim dan agama lainnya.

“Kami beri informasi kepada pemerintah dan masyarakat juga,” ujarnya di hadapan seluruh penghuni yayasan tersebut.

Bakti sosial sudah menjadi kegiatan rutin paguyuban ini sejak awal berdiri 29 Januari 2014 lalu. Pada ultah yang pertama, mereka mendatangi panti jompo dan melaksanakan bedah rumah bagi mereka yang tidak mampu.

Tak hanya itu, mereka juga membr bantuan air bersih pada musim kering. Seperti yang dilakukan di Desa Bengkaong sebanyak 30 ribu liter. Di 2015 lalu, paguyuban Gema Satya Mandala juga melakukan penanaman pohon di Bangko-Bangko, Karang Bate, Negarasakah, hingga Lingsar.

“Kali ini kita berikan bantuan berupa sembako, peralatan tidur, serta peralatan olahraga dan sejumlah uang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Panti Asuhan Dwijendra Mataram, Wayan Melo mengucapkan terimakasih atas bantuan tersebut. Hal tersebut tentu sangat membantu semua penghuni panti asuhan.

Ia mengatakan, penghuni panti asuhan sebanyak 40 orang. Mereka berasal dari bebrbagai desa pedalaman di Lombok bahkan hingga Sumbawa. Salah satu diantaranya juga berasal dar Lampung.

“Ada yang dari Pelangan, KLU, Loteng bagian Selatan,  pedalaman Suranadi, sumbawa satu orang dan Lampung satu orang,” tuturnya.

Keseluruhan penghuni panti tersebut berasal dari keluarga yang tidak berkecukupan dari segi ekonomi. Selain itu, beberapa diantaranya juga sangat jauh dari akses pendidikan. Mereka harus menempuh jarak jauh hanya untuk belajar.

“Kita jemput bola modelnya. Yang penting mereka mau sekolah,” pungkasnya

Ia menambahkan, seluruh penghuni panti dibiayai keseluruhan oleh yayasan. Sementara dananya berasal dari APBD Kota Mataram, Dinsos Kota Mataram, Dinsos Provinsi NTB, dan dana dekosentrasi pusat. Namun hal tersebut hanya untuk 15 orang.

“Sisanya dari donatur seperti paguyuban. Paguyuban Gema Satya Mandala salah satunya,” tandasnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.