Piye

Najmul Angkat Bicara Terkait OTT Saber Pungli di Trawangan

Najmul Angkat Bicara Terkait OTT Saber Pungli di Trawangan
SuaraLombok.Com | Lombok Utara - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim Saber Pungli pemprov NTB di Gili Trawangan, Kamis (2/2) kemarin mendapat sorotan oleh Bupati KLU, Najmul Akhyar. Ia mengaku menyerahkan seluruhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib. Kendati tidak dipungkiri tertangkapnya tiga oknum akan menimbulkan persoalan sampah di Trawangan.

H, FM, serta MS, melakukan tindakan pungli berdasarkan perintah Kepala Dusun setempat. Mereka memiliki peranan yang berbeda. Ada yang memungut uang dikalangan pengusaha, sampai ada yang mengatur keuangan dan merupakan bendahara dusun.

Kejadian ini, justru membuat kekhawatiran akan penanganan sampah di Gili Trawangan. Pasalnya, terdapat tiga item jenis pungutan dalam satu kwitansi, yaitu untuk anggaran kebersihan, security island (pengamanan), serta operasional. Mau tidak mau, persoalan sampah tersebut saat ini dibebankan kepada Pemda sepenuhnya.

‘’Ini kan kita belum tahu sebabnya, yang jelas pasti ada pertimbangan-pertimbangan dari saber pungli provinsi,” ujar Najmul, Jumat (3/2).

‘’Mengingat yang kena OTT adalah kawan-kawan kita yang mengurusi kebersihan (sampah) maka tadi saya sudah kirim Camat dan Kepala Dinas Kebersihan LH kesana untuk mengambil langkah cepat,” jelasnya.

Menurutnya, soal peraturan daerah guna penanganan sampah akan segera dibuat. Kendati kata Najmul, bukan berarti pungutan yang di Trawangan tidak ada aturan yang jelas sudah ada kesepakatan dari pihak-pihak.

‘’Oh iya harus ada perdanya sekarang ini berlaku sesuai kesepakatan ada di desa yang tangani bukan tidak ada peraturan sama sekali, kesepakatan ada tetapi kasus ini sepenuhnya kita serahkan ke aparat penegak hukum,” katanya.  

Secara terpisah, Kepala Desa Gili Indah, H. Taufik menuturkan jika langkah pungutan ini sudah berproses sejak lama. Bahkan waktu itu pengusaha sendiri yang membuat inisiatif tersebut dengan alasan faktor pengamanan di Trawangan seakan longgar.

‘’Ini bukan kemauan kita. Awalnya permintaan dari pengusaha termasuk salah satunya masalah keamanan. Karena dulu sering ada pencurian,” selorohnya.

Sebagaimana diketahui, dalam OTT tersebut selain tiga oknum berhasil diamankan tim juga menyita uang kurang lebih senilai Rp 63 juta hasil pungutan periode bulan Februari ini. Dalam sebulan, oknum yang bersangkutan mampu mengumpulkan uang hingga Rp 215 juta. Saat ini tim saber masih melakukan pengembangan lebih lanjut perihal kasus tersebut, informasi yang dihimpun sekarang Kadus maupun Kades masih dalam tahap pemeriksaan.(08).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.