Piye

MUI NTB Minta Khotib Tak Perlu Sertifikasi

SuaraLombok.com | Mataram- Mengenai wacana Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuat sertifikasi untuk Khotib Jumat di mesjid, dinilai Ketua MUI NTB Syaiful Muslim kurang tepat. Hal tersebut harus dipikirkan ulang. Sebab, dikhawatirkan tidak semua mesjid bisa menjalankan rancangan itu.

Syaiful menuturkan, Khotib itu berhubungan langsung dengan Agama Islam. Tentu dengan banyaknya mesjid di Indonesia ini menjadi permasalahannya. Sebab mesjid itu tidak hanya di perkotaan saja melainkan di pelosok juga.

“Bayangkan jika beberapa mesjid itu kelangkaan khotib di mesjid,” imbuhnya. Selasa (7/2).
Tentu hal ini menjadi suatu pertimbangan juga, karena jika sholat Jumat nantinya dilaksanakan. Lalu Khotib yang bersertifikat tersebut ada halangan tidak bisa hadir, jadi proses sholat Jumatnya akan terganggu.

Walaupun sebenarnya ada yang lainnya yang bisa menjadi khotib. Namun dia tidak bersetifikat tentu itukan menjadi polemic, dan cenderung membuat dia tidak bisa menjadi khotib di mesjid itu lantaran tidak bersertifikat.

“Karena yang sudah biasa menjadi khotibpun tidak bisa menjadi khotib karena tidak bersertikat,” ungkapnya.

Lanjut dia, yang dikorbankan tentu umat islam yang sholat berjamaah. Dan bisa jadi kegiatan jumat umat islam tidak bisa terlaksana saat itu.

Hal ini, bisa saja dilaksanakan, jika pemberian sertifikat untuk khotib itu memenuhi persayaratan atau memenuhi criteria. Seperti, bisa di terima semua pihak dan menyampaikan hal-hal yang baik atau positif.

“Bukan sebagai khotib yang mengadu domba, memfitnah dan mengatakan orang lain itu tidak benar dan lain sebagainya,”pungkasnya.(10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.