Piye

Miris, SLBN Pembina Mataram Kurang Tenaga Pendidik

Miris, SLBN Pembina Mataram Kurang Tenaga Pendidik
SuaraLombok.Com | Mataram - Fenomena kekurangan  guru pendidik masih belum bisa diselesaikan. Seperti di sekolah SLBN pembina Mataram yang masih kekurangan 10  tenaga pendidik.

Kepala SLBN Mataram Sungkuno yang diwawancara mengatakan, sejauh ini pihaknya masih sangat kekurangan tenaga pendidik.

''kami sangat kekurangan dari dulu hingga sekarang ini. Mestinya harus diukur sesuai kebutuhan sekolah,''  ungkapnya.

Dia menjelaskan, jumlah rombongan belajar (Rombel) SLBN lumayan banyak dibandingkan sekolah lain. Karena satu rombel disini terisi minimal satu, maksimalnya  6 sampai 8 siswa.

Sedangkan jumlah rombelnya mencapai 32, dengan 142 siswa. Sementara tenaga pendidik yang disediakan hanya 23 orang, padahal idealnya 32 orang guru, ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai sekolah yang melayani pendidikan anak yang berkebutuhan khusus, tentunya membutuhkan rombel yang banyak dan guru pendidik yang banyak pula.

Terdapat empat jenis anak yang berkebutuhan khusus,yakni tuna rungu, tuna grahita dan autis. Mereka harus dibagi dan dipisah, untuk memudahkan proses belajar mengajar guru dituntut untuk kerja extra akibat kekurangan tenaga,tambahnya.

''susah dan ribet atasi siswa SLBN, jadi harus ada guru setiap rombel yang ada. Terpaksa guru guru ikut mengurus rombel yang lain akibat kekurangan,''kesalnya.

Mengenai kekurangan guru kata Sungkono, pihaknya berulang kali mengajukan usulan permohonan tambahan, baik dari provinsi hingga ke pusat. Namun sampai hari ini belum ada tindakan nyata seperti yang diharapkan oleh sekolah. Bahkan baru baru ini, pihaknya telah mengusulkan melalui rapat koordinasi dan konsolidasi untuk tambahan guru, mudah mudahan bisa dipenuhi.

Terlebih jika melihat aktifitas belajar disekolahnya, sangat alot dan sebenar benarnya ribbet dalam mengatasi anak yang berkebutuhan khusus. Untuk itu Sungkno berharap, agar pemerintah bisa menindaklanjuti permohonan SLBN untuk  diberikan tambahan tenaga pendidik. ( 07 )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.