Piye

Maling Motor Tewas Dimassa

Maling Motor Tewas Dimassa
SuaraLombok.Com | Lombok Tengah - HF (18), pencuri kendaraan bermotor harus meregang nyawa dengan tragis setelah melakukan aksi bersama dua orang rekannya di Dusun Kemiri Desa Loang Maka, Lombok Tengah.

HF  tewas di tangan masyarakat setempat setelah tertangkap tangan warga pada Kamis (9/2) dini hari.

Menurut saksi mata di TKP (Tempat Kejadian Perkara), Redi, pelaku bersama dua orang temannya melihat tiga orang menggeret satu unit sepeda motor Suzuki merk FU 150 CC menggunakan sepeda motor Jupiter Z orange.

Melihat gelagat tiga orang asing yang cukup mencurigakan menarik perhatiannya untuk melihat lebih lekat. Dengan pengamatan itu, ia menyadari bahwa motor yang digeret merupakan sepeda motor milik temannya.

“Dua orang saksi langsung menghubungi temannya yang ia sebut sebagai pemilik sepeda motor itu,” jelas Kapolsek Janapria AKP Ketut Weda.

Setelah memastikan, saksi langsung memanggil teman-temannya dan mengejar sambil meneriaki maling. Sontak, masyarakat keluar dan melakukan pengejaran sehingga pelaku ditangkap warga di Dusun Batu Belek Desa Setuta Kecamatan Janapria.

“Secara kebetulan, tiga orang warga sedang ronda malam,” lanjut dia menjelaskan.

Naas, rekan pelaku HF berhasil melarikan diri menggunakan speda motor jenis Jupiter Z yang digunakan melancarkan aksi, sementara pelaku langsung dihakimi massa sampai meregang nyawa setelah terjatuh di sawah simpang tiga Dusun Batu Beleq.

Pada awalnya, setelah mendapat laporan, ia langsung mengerahkan anggotanya untuk menghindari adanya aksi main hakim sendiri dari masyarakat setempat. Hanya saja, pada saat itu sudah terlambat dan pelaku sudah meregang nyawa.

“Luka robek di dahi, mata sebelah kiri, mulut memar dan ada luka robek juga di kepala bagian belakang dan punggung sebelah kanan,” imbuhnya menjabarkan.

Yang menjadi perhatian saat ini, lanjut dia adalah memberikan pendekatan dan penjelasan terhadap keluarga pelaku agar merelakan.

“Kami sudah lakukan pendekatan kepada keluarga langsung pada malam kejadian, mereka mengaku mengikhlaskan dan tidak akan menuntut balas atas kematian anggota keluarganya,” terangnya.

Kendati sudah ada pernyataan tidak akan melakukan aksi balas dendam dari keluarga pelaku, ia tetap menyiagakan anggotanya untuk berjaga dan mengikuti acara pemakaman pelaku.

Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Arjuna Wijaya membenarkan kejadian ini. Ia langsung meminta Kepolisian Sektor Janapria untuk tetap melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi aksi balasan dan meredam situasi.(09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.