Piye

Lurah Minta FKUB Lakukan Pembinaan di Tingkat Bawah

Lurah Minta FKUB Lakukan Pembinaan di Tingkat Bawah
SuaraLombok.Com | Mataram - Kerukunan antar umat beragama perlu dipertajam lagi. Terlebih ditengah maraknya beredar isu mengenai SARA. Sebab itu, pihak Kelurahan Pagesagan Barat meminta Departemen Agama Kota Mataram memberikan pembinaan hingga tingkat bawah, yakni lingkungan.

“Selama ini hanya ditingkat atas saja,” aku L Sweta Arif, Lurah Pagesangan Barat, Jumat (3/2).

Ia menuturkan, selama ini Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) hanya melakukan pembinaan ditingkat provinsi dan kabupaten/kota. Terutama mengenai kesepakatan damai antar agama. Mereka menudang seluruh tokoh masing-masing agama untuk diberikan pembinaan.

“Sementara  pembinaan hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan belum ada,” tegasnya.

Ia mengaku sangat kecewa  akan hal ini. Selama 10 tahun ia menjabat sebagai lurah Pagesangan Barat, belum ada pembinaan sama sekali dari FKUB. Padahal di wilayahnya juga berasal dari beragam agama yang berbeda.

Ia mencontohkan beberapa hal. Diantaranya perkelahian antar kampung. Di saat situasi memanas, pihak kelurahan, kecamatan dan lingkungan yang turun langsung melakukan pengamanan. Hal inilah yang menjadi harapannya agar pembinaan juga dilaksanakan di tingkat paling bawah.

“Seharusnya ada,” sambungnya.

Arif mengatakan, pihak kelurahan tidak akan meminta dana untuk kegiatan tersebut. FKUB cukup bersurat mengenai kegiatan tersebut, dan kelurahan akan memberikan failitas.

“Selama ini tidak pernah. Ini kita saja,” ungkapnya.

Ia menginginkan, FKUB tidak hanya memberikan pembinaan pada tokoh agama saja. Namun para pemuda pun perlu diberikan pembinaan. Terutama mengenai kerukunan umat beragama. Hal ini diyakini dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ketika ada gesekan cepat ditangani,” pungkasnya.

Menurut Arif, warga sangat rentan terhadap gesekan isu SARA. Terutama para pemudanya. Bahkan tak hanya beda kampung atau agama. Kericuhan pun dapat terjadi dalam satu kampung dan agama.

“Anak muda ini perlu pembinaan,” kata Arif.

Sebab itu, ia tengah melakukan pendekatan. Diantaranya dengan melibatkan seluruh warga beda agama dalam setiap kegiatan kelurahan.

Ia juga tengah berdiskusi dengan Bakesbangpol terkait Forum Kewaspadaan Dini (FKDM) untuk agama lain. Tak hanya untuk warga yang beragama islam saja. Hal ini tentunya akan mempermudah kedua belah pihak jika terjadi gesekan perbedaan.

“Jika ada perseteruan, siapa yang wakili agama lain. Jadi hal ini sangat perlu,” tandasnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.