Piye

Lokasi Karnaval Dialihkan, Kuta Sempat Menegang

SuaraLombok.Com | Lombok Tengah — Dialihkannya lokasi karnaval untuk Festival Bau Nyale ke dalam Kota Praya sempat membuat riak di tengah warga Kuta. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Kuta, Badarudin usai mengikuti kegiatan pembukaan musrenbang kecamatan di Praya, kemarin.

Badarudin mengatakan, masyarakat terutama para tokoh sempat shock mendengar keputusan pengalihan lokasi karnaval itu. Bahkan, sempat ada usulan untuk membuat karnaval tandingan.

“Ya riak-riak kecil itu memang sempat ada, maklum barangkali karena sebenarnya perayaan bau nyale itu ada di sana,” ungkap Badarudin.

Lebih jauh dikatakan, meski sempat ada protes, tetapi pihaknya langsung menyikapi masalah ini dengan mengumpulkan semua tokoh masyarakat setempat.

Dalam pertemuan itu, lanjut dia, ketegangan tidak bisa dielakan. Sebab sebagian bersikeras untuk tetap menyelenggarakan di Desa Kuta sebagai budaya yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat.

Hanya saja, ketegangan itu bisa diredam setelah Pemdes setempat berjanji akan mengadakan festival pada tahun yang akan datang.

“Kita berjanji, untuk tahun depan dilaksanakan di sana, untuk tahun ini biarkan saja di dalam Kota,” tukasnya. “Kami tidak akan mengadakan festival tandingan,” lanjut dia.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Loteng, HL M Putria mengatakan, even pesona bau nyale tahun ini sudah menjadi even nasional. Sehingga, keputusan juga tidak bisa diambil sendiri oleh pihaknya untuk melaksanakan kegiatan karnaval pra kegiatan di Kuta.

“Kita coba kemas untuk promosi untuk dunia, kalau secara adat dan budaya kan kita sudah laksanakan di Kuta, misalnya Sangkap Wariga di kawasan itu juga,” jelasnya.

Sehingga, untuk tahun ini, pihaknya yang menjadi bagian dari kepanitiaan yang dibentuk provinsi mencoba mengemas karnaval untuk kepentingan promosi semata.

“Kita tidak akan menyalahi budaya kalau masalah ini, kan budayanya tetap dilaksanakan di sana,” tandasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.