Piye

Lobar Kaji KLIK

Lobar Kaji KLIK
SuaraLombok.com | Balikpapan - Kehadiran H. Fauzan Khalid beserta rombongan disambut gembira oleh Pemerintah Kota Balikpapan, (16/2/2017). Hal itu tampak dari aneka sambutan yang dipersembahkan oleh kota yang dijuluki kota Minyak di Indonesia ini. 

H. Rizal Efendi selaku Walikota Balikpapan telah mengerahkan jajarannya seluruh Kepala SKPD untuk menyambut kedatangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) yang dipimpin langsung oleh Bupati muda yang dikenal sederhana dan santun ini.

Diawali dengan penyediaan kendaraan, tarian sambutan, dan paparan oleh Walikota Balikpapan menyambut kehadiran Lombok Barat seperti tamu agung.

Pemkab Lobar cukup tertarik mendengar penjelasan dari H. M. Rizal Efendi yang menjabarkan profil kelebihan-kelebihan dari kota kaya yang dahulunya sempat memiliki APBD lebih dari Rp. 3,5 trilyun namun menyusut menjadi Rp. 1,9 trilyun akibat berkurangnya Dana Bagi Hasil. Kota yang memiliki inflasi sangat tinggi ini justru memiliki masyarakat miskim yang sangat rendah, hanya 2,3% dari 720 ribu lebih total penduduknya.

"Rata-rata angka kemiskinan tersebut disumbangkan oleh masyarakat pendatang karena Balikpapan adalah kota perlintasan", jelas Walikota Balikpapan dalam paparannya.

Melihat kondisi - kondisi tersebut, terobosan untuk membuka kota bagi investasi pun ditempuh. Melalui Dinas Perizinan Satu Pintu, Pemkot Balikpapan menyelenggarakan program KLIK. KLIK ini adalah akronim dari Kemudahan Langsung Investasi dan Konstruksi yang memudahkan bagi para usahawan untuk berinvestasi di kota peraih 18 Adipura dan Adipura Kencana ini.

Nining Sutriningsih, Kepala Bappeda Balikpapan menjelaskan bahwa KLIK ini akan memudahkan para investor untuk menanamkan modalnya di Kota Bandara Sepinggan ini. "Para investor bisa langsung membangun konstruksi sesudah mengantongi izin prinsip. Tidak perlu menunggu izin-izin lainnya lengkap", papar Nining.

Program terobosan ini diyakini sangat mampu meningkatkan nilai investasi yang mencapai Rp. 37,5 Trilyun di tahun 2016 lalu.

H. Lalu Winengan Kepala Dinas Rumkim dan H. Baihaki Kepala Bappeda Lobar sangat tertarik dengan paparan Walikota yang dibantu oleh Kepala Bappedanya. Terutama pada masalah tata ruang, maka Pemkot Balikpapan sepenuhnya mengacu kepada Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) karena Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan (RDTRK) masih dalam konsultasi dengan BKPRN di pusat. 

Saat ini status RDTRK tersebut dalam kondisi klinis terakhir. Pertumbuhan nilai investasi akibat KLIK, diutarakan dengan bangga oleh sang walikota mampu menggerakkan sektor formal dan swasta dalam berkontribusi membangun Balikpapan.

"Bahkan ada pengusaha asal Lombok yang bernama Jhony Santoso sebagai salah satu dari 114 paguyuban etnis di Balikpapan ikut berkontribusi", papar Walikota mantan petinggi perusahaan media ternama di Balikpapan itu. (hms Lobar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.