Piye

Lobar Belajar Sampah Di Balikpapan

Lobar Belajar Sampah Di Balikpapan
SuaraLombok.Com | Balikpapan - Balikpapan, Kota di Kalimantan Timur ini adalah salah satu sasaran belajar di awal tahun ini bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar). Peringkat 9 Nasional dalam IPM dengan point 79,21 ini memiliki banyak kelebihan dan terobosan pemerintahan sehingga menarik untuk dikunjungi oleh H. Fauzan Khalid dan jajarannya, (16/2/2017).

Peraih Kategori B yang merangkak dari CC dalam LAKIP tahun lalu, memiliki PDRB sebesar 64 juta lebih/ kepala dan memiliki performance sebagai kota berkelanjutan (sustainable city) yang sangat asri dan bersih serta penataan lingkungan yang seimbang. Luas wilayah Kota ini hanya 503 Ha dg 52% terserap menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Dari 52% itu paling sedikit 48% lagi adalah kawasan yang sudah tertangani menjadi taman-taman kota dan area lindung tangkapan hujan. Keasrian kota ini dari awal telah menarik perhatian Fauzan sehingga menjadi salah satu fokus belajar. 

Suryanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan ketika dikonfirmasi oleh H. L. Surapati, SH selaku Kadis LH Lobar menjelaskan bahwa kunci penanganan sampah di sana adalah 0 (nol) sampah dibuang ke TPA. Artinya, "pengelolaan agar sampah semakin tertanggulangi adalah dengan memberdayakan teknologi pengolahan", jelasnya.

Pengelolaan sampah di Kota ke 2 terbesar di Kaltim ini sudah memanfaatkan teknologi sehingga mampu melahirkan energi terbarukan. Dengan kerja sama bersama PT. Pupuk Indonesia, Sampah yang diolah menjadi kompos diolah lagi menjadi granul sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dengan Luas area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 40 Ha, serta pelibatan teknologi, saat ini TPA tersebut mampu menjadi sumber energi listrik bagi lebih dari 300an KK sekitar TPA.

H.M Rizal Efendi, SE, walikota Balikpapan menyatakan bahwa Balikpapan sudah menjadi kota alam karena pemanfaatan energi alam yang dikelola secara baik, termasuk juga dari sampah.

"Pemanfaatan sampah kota dan dengan pengelolaan TPA sudah berwawasan lingkungan mampu menjadikan potensi itu sebagai energi terbarukan, baik listrik mapun gas. Kita sudah menjadi Gas City. Saat ini seluruh kendaraan dinas di Pemkot Balikpapan sudah mengkonversi bahan bakarnya dari premium atau pertamax ke gas", papar walikota yg dahulunya penggerak media terbesar di Balikpapan ini dengan bangga.

H. Lalu Surapati yang mendampingi bupati membandingkan sarana yang dimiliki kota Balikpapan dengan Lombok Barat sangat timpang.

"Kita belum mampu menyainginya, justru kita belajar dari Kota Balikpapan ini. Mereka punya 40 dam truk dan amrol plus 800 tenaga sampah. Anggarannya saja 7 milyar hanya untuk sampah. Tidak sebanding dengan 5 milyar anggaran Dinas LH Lobar keseluruhan serta sarana truk yang kita punya. Kita hanya punya 17 truk sampah. 5 pun kondisinya sdh hancur", paparnya.

Namun Surapati dan rombongan cukup antusias dengan program pemberdayaan dan kesadaran masyarakat. Sampah sejak dari rumah sudah dipilah oleh masyarakat sehingga memudahkan Pemkot dalam mendaur ulang. Kebijakan 0 (nol) sampah dari Pemkot Balikpapan menjadi sangat berhasil dengan didapuk sebagai kota bersih peraih Adipura Kencana. Raihan itu adalah puncak dari 18 kali meraih adipura, Kota Paling Bersih se Indonesia karena memiliki masyarakat yang mempunyai kesadaran cukup tinggi dalam membantu pemerintah menangani masalah sampah. (Hms Lobar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.