Piye

Lho Kok, Proyek Jembatan Maut Belum Dikerjakan

Lho Kok, Proyek Jembatan Maut Belum Dikerjakan
SuaraLombok.Com | Lombok Timur - Proyek jembatan maut yang berlokasi di wilayah Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong hingga saat ini belum bisa dilanjutkan pengerjaannya. Hal itu disebabkan karena kasusnya masih dalam penanganan pihak Polres Lotim.

Seperti diketahui, proyek jembatan Sekarteja yang dikerjakan CV Pilar Mandiri ambruk pada bulan puasa tahun 2016 lalu. Akibat ambruknya jembatan itu, lima orang pekerja tewas dan enam orang pekerja lainnya mengalami luka berat akibat tertimbun.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, Dedi Irawan saat dikonfirmasi mengatakan kalau sampai saat ini proyek jembatan Sekarteja belum bisa dilanjutkan pengerjaannya. Karena masih proses hukum akibat ambruknya jembatan itu yang menyebabkan adanya jatuhnya korban.

"Memang proyek jembatan itu kita inginkan bisa secepatnya dikerjakan, namun pihak kepolisian belum memberikan izin sehingga harus bersabar menunggu sampai proses hukumnya selesai," tegasnya. 

Menurut Dedi, dari Bupati Lotim, HM.Ali BD menginginkan akan pengerjaan proyek tersebut bisa dilanjutkan dan selesai tahun 2017 ini. Apalagi dengan kontrak kerjanya belum di putus melalui anggaran tahun 2017. Bahkan pihaknya sudah mengajukan permohonan izin untuk melanjutkan proyek tersebut, namun belum diberikan untuk melanjutkan. Namun begitu apapun itu pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kalau tidak diberikan ijin maka tentunya harus menunggu proses hukum selesai biar dalam pengerjaannya tidak ada persoalan lagi di kemudian hari nantinya," katanya.

Ditempat terpisah Kanit Tipikor Aipda Tony saat dikonfirmasi, membenarkan kalau pihaknya belum mengeluarkan surat ijin untuk proses pengerjaan lanjutan. Karena kasus hukumnya masih sedang berjalan meski dari Dinas Pekerjaan umum sudah mengajukan permohonan akan tapi pihaknya belum memberikan ijin. (06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.