Piye

Kaling Minta Ketua RT Juga Dapat Insentif Tahun Ini

SuaraLombok.com | Mataram-Sejumlah kepala lingkungan di Kelurahan Tanjung Karang meminta pemerintah Kota Mataram merealisasikan pengusulan insentif untuk ketua RT. Sebab menurutnya, ketua RT memiliki peran yang tak kalah penting dalam penataan masyarakat.

“Sudah kita usulkan dari beberapa tahun lalu, namun belum direalisasi,” aku H Jumawal, Kepala lingkungan Batu Ringgit Utara, Rabu (8/2). 

Ia menuturkan, ketua RT memiliki kedekatan langsung dengan warga. Kepala lingkungan tidak akan bekerja optimal tanpa bantuan mereka. Seluruh program lingkungan dapat terselesaikan dengan baik berkat bantuan ketua RT.

“Alhamdulillah berkat mereka semua bisa selesai dengan baik,” sambungnya.

Ia melanjutkan, selama ini ketua RT tidak mendapatkan isentif apapun. Mereka bekerja secara ikhlas tanpa dibayar. Namun dirinya tetap mengajukan insentif kepada mereka sebagai bentuk penghargaan atas kinerja.

“Sehingga tidak ada perasaan hanya sekedar bekerja tanpa mendapat apa-apa,” jelasnya.

Insentif untuk ketua RT yang diajukan sebesar Rp 500 ribu per ketua RT dalam sebulan. Di lingkungan Batu Ringgit Utara sendiri terdapat 6 ketua RT. Namun yang saat ini hanya 4 RT yang aktif. Satunyaa mengundurkan diri dan satunya lagi meninggal dunia.

“Dua RT yang non aktif akan segera kita carikan penggantinya,” akunya.

Jumawal mengaku, hal ini menjadi salah satu prioritas pengajuan program  dalam APBD tahun ini. Ditotal secara keseluruhan, butuh anggaran sebesar Rp 42 juta untuk insentif ketua RT.

 “Dananya kita mintakan dari APBD tahun ini,” kata Jumawal

Ia berharap, pemerintah memberi atensi terhadap hal ini. Permohonan insentif tersebut dapat direalisasikan. Sebab hal ini merupakan salah satu timbal balik atas kinerja mereka yang selama ini tidak pernah menerima apapun.

“Kepala lingkungan, kader dan ketua RT pun akan bahagia jika hal tersebut bisa direalisasikan,” pungkasnya
.
Berkaca pada daerah lain, Ketua RT pun mendapatkan insentif dari pemerintah setempat. Ia pun berharap, Pemerintah Kota Mataram melakukan hal serupa. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.