Piye

Cegah DBD, Satu Rumah Harus Punya Satu Jumatik

SuaraLombok.com | Mataram- Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)di Kota Mataram Per 31 Januari 2017 sebanyak 78 orang. Sebab itu, Dinas Kesehatan Kota Mataram tengah menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H Usman Hadi menghimbau warga Kota Mataram tetap waspada. Warga diminta untuk selalu menjaga kebersihan. Terlebih lagi, nyamuk telah berkembang biak menjadi lebih resisten (kebal) terhadap fogging.

“Menurut beberapa peneliti dari Surabaya diduga ada resistensi,” ujarnya, Kamis (2/2).

Ia melanjutkan, zat fogging kini diganti dengan dialosimetrin. Dialosimetrin digunakan untuk melawan nyamuk dewasa yang mulai resisten. Sementara untuk jentik, pihaknya terus melakukan sosialisasi PSN.

“Satu rumah satu jumantik atau Juru Pemantau Jentik,” sambungnya.

Menurut Usman, penanganan DBD melalui pemberantasan jentik sangat penting. Kota Mataram masih belum bisa bebas DBD, namun dapat mengusahakan untuk bebas jentik. DBD sendiri, lanjut Usman dapat berasal dari luar rumah. Namun jika jentik nol maka tidak akan menjadi sarang nyamuk atau pusat DBD.

“Fogging itu usaha terakhir, tapi PSN yang penting,” pungkasnya.

Usman menjelaskan, penyebaran DBD merata pada 10 kelurahan di Mataram. Kelurahan Rembiga menjadi kelurahan dengan penderita tertinggi, yakni 6 orang selama Januari kemarin. 

Ia melanjutkan, warga harus segera lakukan penanganan cepat jika ada yang terindikasi DBD. Penderita harus segera dibawa menuju puskesmas atau rumah sakit terdekat.  Ia menambahkan, pasien perlu diwaspadai ketika masuk hari kelima. Sebab saat itu, demam pasien akan turun. Namun bukan berarti ia sembuh. Itu justru merupakan fase kritis pasien.

Dalam fase ini, kadar trombosit mengalami penurunan. Sehingga, memungkinkan terjadinya Dengue Shock Syndrome. Artinya, terjadi pendarahan melalui hidung, mulut, kulit pucat dan dingin. Bahkan hingga terjadi penurunan kesadaran.

“Ini merupakan fase yang sangat perlu diwaspadai,” tutupnya. (10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.