Piye

Akhirnya, Kode Registrasi Desa Persiapan di KLU Keluar Juga

SuaraLombok.com | Lombok Utara – Akhirnya, Pemprov NTB resmi menyerahkan kode register 10 desa persiapan kepada Pemkab Lombok Utara. Dengan penyerahan kode register desa ini, Pemkab bisa melakukan pelantikan penjabat kepala desa persiapan.

‘’Dengan penyerahan kode register ini berarti ada progres bagus menuju desa definitif,” ujar Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, Rabu (8/2).

Ditambahkannya, memang sebelum ada kode register ini, pihaknya sudah mengangkat penjabat kepala desa. Namun dengan belum adanya kode registrasi desa, maka penjabat kepala desa tidak bisa menerima honor.

‘’Tanpa kode registrasi kami tidak memiliki jalan untuk menganggarkan gaji penjabat kepala desa ini,” katanya.

Najmul pun mengapresiasi penjabat kepala desa yang sudah bekerja baik sampai sekarang meskipun tanpa honor. Bahkan ada desa persiapan yang sudah bisa membangun kantor desa sendiri. 

‘’Ini menunjukkan tingginya semangat memekarkan desa,” katanya.

Ditambahkannya, pihaknya juga akan bergerak cepat untuk menyelesaikan administrasi persyaratan desa persiapan menjadi desa definitif. 

‘’Kami ingin akhir tahun 2017 sudah bisa didefinitifkan. Jika sudah menjadi desa definitif, maka pemkab bisa menganggarkan untuk pemilihan kepala desa pada 2018,” tandasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Pemprov NTB Amrullah mengatakan dengan penyerahan kode registrasi desa persiapan ini bisa berdampak baik bagi pemerataan pembangunan infrastruktur di desa-desa. 

Ditambahkannya, dengan 33 desa definitif dan 10 desa persiapan ini, jika desa-desa ini berkembang bagus maka arus ekonomi juga akan berkembang. 

‘’Semoga ini menjadi inovasi di dalam kita menata SDM mulai dari desa menuju kabupaten yang sempurna,” ungkapnya.

Terpisah, Kabag Pemerintahan Setda Lombok Utara Tresnahadi mengatakan dengan terbitnya kode register desa persiapan ini maka inilah yang menjadi dasar bupati untuk mengangkat dan melantik penjabat kepala desa persiapan. 

‘’Yang terpenting sesuai aturan penjabat kepala desa ini adalah PNS yang ada di lingkup Pemkab Lombok Utara,” katanya.

Untuk diketahui, 10 desa persiapan ini terdiri dari Desa Persiapan Batu Rakit, Desa Persiapan Gunjan Asri, dan Desa Persiapan Andalan di Kecamatan Bayan. Desa Persiapan Pansor dan Desa Persiapan Santong Mulia di Kecamatan Kayangan.

Kemudian Desa Persiapan Segara Katon, Desa Persiapan Selelos, dan Desa Persiapan Rempek Darusalam di Kecamatan Gangga. Desa Persiapan Samaguna di Kecamatan Tanjung. Dan Desa Persiapan Menggala di Kecamatan Pemenang.

Terkait honor penjabat kepala desa persiapan ini sudah diatur dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2017, dimana setiap desa persiapan mendapatkan alokasi dana operasional maksimal 30 persen dari APBDes Desa Induk. 

‘’Dana operasional inilah yang bisa dipakai untuk menggerakkan operasional sekaligus honor penjabat kepala desa,” katanya.

Ditambahkannya, tidak ada standar pasti berapa honor penjabat kepala desa karena tidak diatur dalam aturan. Sehingga desa persiapan lah yang akan menyesuaikan sesuai kebutuhan. 

‘’APBDes Perubahan nanti bisa dialokasikan dari desa induk. Atau pemda bisa juga menitipkan lewat APBDes,” pungkasnya.(08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.