Piye

Waspada, Diduga Ada Buku K13 ilegal Beredar

SuaraLombok.com | Lombok Barat- Mengejutkan, kabar mengenai revisi buku Kurikulum 13 (Kurtilas) ilegal yang beredar di masyarakat. Hal ini membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat waspada.

Buku yang disinyalir telah beredar ilegal tersebut, telah ditemukan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Plt Kepala Dikbud Lobar M Hendrayadi yang dikonfirmasi meminta, agar sekolah pilot project K-13 tingkat sekolah dasar, lebih memperhatikan lagi buku yang hendak dibeli. Kendati sejauh ini belum ada laporan terkait buku ilegal tersebut.

”Sejauh ini belum ada laporan (K-13 ilegal),” terangnya meyakinkan.

Hendra mengaku masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat, terkait keterlambatan pendistribusian buku revisi tersebut.

”Belum ada. Belum ada kita terima,” singkatnya kemudian.

Salah satu sekolah dasar yang menerapkan kurikulum 13 di Lombok Barat adalah SDN 1 Labuapi. Kasek SDN 1 Labuapi Sabariah pada SuaraLombok.com menjelaskan, pengadaan buku teks pelajaran K-13 dilakukan secara online. Pihaknya pun tidak lagi menerima penawaran buku K-13 dari sales maupun pihak tertentu. Pemesanan secara online itu diakukan sejak tahun lalu.

”Untuk pemesanan buku K-13 dilakukan melalui situs Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” 
terangnya.

Buku pelajaran K-13, lanjutnya dibeli melalui e-katalog. Melalui sistem pemesanan online ini, sekolah melakukan pemesanan. Setelah dipesen kemudian dikirim. Untuk pembayaran dilakukan dengan menggunakan dana BOS.

”Sekarang sudah bisa diakses kok,” ujarnya.

Perlu diketahui, buku K-13 edisi revisi ilegal itu dipasarkan secara door to door ke sekolah. Keberadaan buku ilegal ini dianggap merugikan sekolah. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.